⌂ Beranda News Turkish Aerospace Incar Kertajati Jadi Pusat Manufaktur Pesawat

Turkish Aerospace Incar Kertajati Jadi Pusat Manufaktur Pesawat

Turkish Aerospace Incar Kertajati Jadi Pusat Manufaktur Pesawat
Ilustrasi kawasan industri Kertajati untuk manufaktur pesawat
A A Ukuran Teks16px

Perusahaan kedirgantaraan asal Turki, Turkish Aerospace, membidik kawasan Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sebagai pusat manufaktur dan perakitan komponen pesawat terbang.

Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat integrasi ekosistem industri dirgantara nasional.

>>> Argentina Hajar Islandia 3-0 dalam Uji Coba Terakhir Sebelum Piala Dunia

PT Turkish Aerospace Indonesia saat ini tengah melakukan pemetaan sejumlah wilayah potensial di Indonesia untuk merealisasikan rencana ekspansi tersebut.

Kawasan Kertajati muncul sebagai salah satu kandidat kuat dari beberapa pilihan lokasi yang tersedia.

Posisinya yang strategis dan rencana pemberian fasilitas industri menjadi pertimbangan utama.

Hal ini serupa dengan fasilitas yang diperoleh PT GMF AeroAsia Tbk di wilayah tersebut.

“Saat ini kita ada beberapa pilihan (daerah), belum diputuskan.

Mungkin teman-teman juga sudah dengar cerita mengenai GMF yang diberikan fasilitas di Kertajati, ke depannya juga mungkin arahnya akan ke sana,” ujar Adi Aviantoro, Managing Director PT Turkish Aerospace Indonesia.

>>> Harga Buyback Emas Antam, Galeri 24, dan UBS Turun 10 Juni 2026

Penjajakan ini juga dilakukan untuk mendorong kolaborasi lintas sektor demi memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

Faktor ketersediaan sumber daya manusia mumpuni di Bandung, seperti adanya jurusan kedirgantaraan di perguruan tinggi, turut menjadi landasan ekspansi sejak tahun 2022.

Keunggulan kompetitif yang dimiliki Indonesia dinilai menjadi modal besar, terutama karena kapasitas manufaktur dalam negeri terus berkembang pesat dan mampu memenuhi standar ketat industri teknologi tinggi.

“Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompetitif, kemampuan industri yang terus berkembang, serta posisi strategis di kawasan.

Dengan pengembangan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam rantai pasok dirgantara global,” kata Emrah Ekri, Industrialization Operations Manager Turkish Aerospace (TUSAŞ).

Rencana penguatan posisi ini dibahas secara mendalam dalam ajang Indonesia Aerospace Ecosystem Forum (IAEF) 2026 di Bandung.

>>> Dinamika Sepak Bola Indonesia: Antara Ekspektasi dan Realitas

Pertemuan itu dihadiri oleh pemangku kepentingan utama seperti Kementerian PPN/Bappenas, PT GMF AeroAsia Tbk, dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB).

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru