Pebalap Moto3 asal Indonesia, Veda Ega Pratama, menggunakan bahasa Jawa sebagai alat komunikasi rahasia bersama rekan sesama pebalap tanah air di Eropa.
Interaksi unik ini dilakukan bersama pebalap Moto2 Mario Suryo Aji dan pebalap Moto3 Junior World Championship 2026 Kiandra Ramadhipa.
>>> KADI Selidiki Ulang Bea Masuk Antidumping Pelat Timah China
Ketiganya sama-sama berasal dari Pulau Jawa.
Veda mengakui bahwa penggunaan bahasa daerah itu memiliki fungsi tersendiri. Namun, komunikasi sehari-hari mereka tetap didominasi bahasa Indonesia.
"Sebenarnya kita banyak ngobrol pakai bahasa Indonesia sih.
Cuma kalau kita lagi pengin yang lainnya nggak tau (percakapan kita), kita ngobrol pakai bahasa Jawa," ujar Veda, dikutip dari Detik Oto pada Selasa (9/6/2026).
Percakapan menggunakan bahasa Jawa halus khas Yogyakarta antara Veda dan Kiandra diunggah oleh akun Instagram @astrahondaracingteam. Unggahan itu memicu respons jenaka dari warganet.
"Cepet banget mereka bisa ngomong bahasa sepanyol," komentar akun @andra***.
>>> Fenomena Balap Liar Remaja: Gengsi dan Adrenalin Lebih Diutamakan
Warganet lain menyoroti kebingungan yang mungkin dialami penerjemah digital. "Google translate bingung meng artikan nya," tulis akun @kenzo***.
Netizen juga berseloroh bahwa bahasa daerah akan keluar secara alami dalam situasi teknis di lintasan. "Mereka bakal mengeluarkan bahasa asli, ketika ditanya soal kondisi motor 😂," ujar akun @yoga***.
"Koyok neng pasar sapi vibes e yo le hahahhaa," tambah akun @dodit***.
Karier Veda di kancah internasional terus menanjak setelah menjuarai Asia Talent Cup (ATC) 2023 dan menjadi runner-up Red Bull Rookies Cup 2025.
Prestasi itu mengantarkannya sebagai pebalap Indonesia pertama yang menembus podium di kelas Moto3.
>>> Pemkab Karawang Segel Helens Night Mart karena Pelanggaran Izin
Sementara itu, Kiandra Ramadhipa kini fokus berkompetisi penuh di Moto3 Junior World Championship 2026 setelah berpengalaman di Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup.