Aktivitas pelayaran yang menghubungkan Kota Bengkulu dengan Pulau Enggano kembali normal sejak Januari 2026. Sebelumnya, jalur ini lumpuh akibat pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai.
Pemulihan dipicu oleh Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pulau Enggano dan Pelabuhan Pulau Baai.
>>> 8 Pemicu Stres Tersembunyi yang Jarang Disadari, dari Suhu Ruangan hingga Multitasking
Pendangkalan sempat mengisolasi ribuan warga Pulau Enggano selama tiga bulan.
Distribusi BBM dan kegiatan ekspor-impor juga terhambat. Saat ini, kedalaman alur pelabuhan telah mencapai minus 6,5 meter menuju target ultimate minus 12 meter.
Pergerakan Kapal dan Armada
Manajemen PT Pelindo (Persero) Regional 2 Bengkulu mencatat 206 pergerakan kapal penumpang pada rute Bengkulu-Pulau Enggano selama Januari hingga Juni 2026.
Mobilitas ini ditopang oleh dua armada utama.
"206 pergerakan kapal melayani pelayaran Kota Bengkulu-Pulau Enggano itu dilakukan oleh Kapal Motor Penumpang (KMP) Pulo Tello dan Kapal Motor (KM) Mohammad Husni Tamrin," kata Dimas Rizky Kusmayadi, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu pada Selasa (9/6/2026).
KMP Pulo Tello mencatatkan 92 pergerakan kapal. Sementara itu, KM Mohammad Husni Tamrin melayani 114 pergerakan sepanjang semester pertama 2026.
"Pelindo bertanggung jawab memberikan layanan terbaik untuk masyarakat di bidang kepelabuhan," jelas Dimas.
Kelancaran arus logistik juga terlihat pada sektor energi. Tercatat 89 pergerakan kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak milik Pertamina tanpa hambatan alur pelabuhan.
>>> Jaecoo Indonesia Resmikan Diler Baru GCP Soetta di Bandung
"Alhamdulillah sejauh ini tidak ada layanan kapal yang terhambat atau mengalami gangguan terutama dari sisi kedalaman alur," tegas Dimas.
Fasilitas Drop Tank Tingkatkan Efisiensi
Peningkatan efisiensi didorong oleh pengoperasian fasilitas drop tank sejak Mei 2026. Fasilitas ini digunakan untuk memuat komoditas curah cair seperti Palm Fatty Acid Distillate dan olein.
Fasilitas baru ini dioperasikan oleh PT Pelaku Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) selaku bagian dari Pelindo Group.
"Layanan drop tank mampu menghemat biaya sewa kapal pelaku bisnis curah cair," kata Mochammad Choiron Yusuf, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu.
"Drop tank mampu loading ke kapal dengan kapasitas 180 ton per jam.
Sebelum ada drop tank hanya mampu loading ke kapal 40 ton per jam," jelasnya dalam keterangan pers pada Selasa (9/6/2026).
Penerapan sistem baru ini berdampak positif pada kinerja operasional PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu. Realisasi throughput mencapai 1,02 juta ton/m3 hingga Mei 2026.
>>> Argentina vs Islandia: Kemenangan 3-0 Diwarnai Ketegangan
Capaian tersebut tumbuh 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 983,7 ribu ton/m3.