Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan menguat secara bertahap pada semester II-2026.
Proyeksi ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Rabu (10/6/2026).
>>> Ilmuwan Uji Coba Vaksin Pertama Hasil Rancangan AI pada Manusia
Menurut Purbaya, penguatan rupiah akan terjadi setelah sebelumnya menghadapi tekanan berat.
Faktor Pendukung Penguatan
Pemerintah mengandalkan sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.
Perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE) juga disebut mampu meredam tekanan global dan domestik.
“Sinergi dan koordinasi yang lebih solid akan memperkuat pasokan valas di dalam negeri,” ujar Purbaya.
>>> BMKG Prediksi 198 Zona Musim Masuki Kemarau Mulai Juni 2026
Selain itu, perbaikan kepercayaan investor turut mendukung penguatan rupiah.
Target Rupiah 2027
Untuk jangka panjang, pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada 2027.
Target ini tertuang dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) untuk RAPBN 2027.
Meredanya tensi geopolitik antara AS dan Iran juga dipandang sebagai faktor pendukung pertumbuhan ekonomi global.
>>> Mario Aji Dapat Dukungan Maverick Vinales Usai Operasi Cedera Servikal
“Dengan berbagai pertimbangan, rupiah di 2027 terjaga stabil pada kisaran tersebut,” tutup Purbaya.