⌂ Beranda News Ilmuwan Uji Coba Vaksin Pertama Hasil Rancangan AI pada Manusia

Ilmuwan Uji Coba Vaksin Pertama Hasil Rancangan AI pada Manusia

Ilmuwan Uji Coba Vaksin Pertama Hasil Rancangan AI pada Manusia
Ilmuwan menguji coba vaksin rancangan AI pada manusia
A A Ukuran Teks16px

Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini merambah dunia medis untuk merancang vaksin.

Tim peneliti dari University of Cambridge mengumumkan keberhasilan uji coba pertama di dunia bagi vaksin yang bahan aktif utamanya didesain utuh oleh AI.

>>> BMKG Prediksi 198 Zona Musim Masuki Kemarau Mulai Juni 2026

Langkah ini menjadi catatan sejarah penting dalam pemanfaatan teknologi untuk mitigasi pandemi masa depan. Formula eksperimental tersebut disiapkan sebagai vaksin universal.

Sistem kerjanya tidak sekadar menyasar satu virus spesifik, melainkan langsung menargetkan satu keluarga virus yang berpotensi bermutasi di masa mendatang.

Pengembangan ini sangat berbeda dari metode konvensional yang bertumpu pada jenis virus yang sudah mewabah.

Tim ilmuwan memakai AI untuk memetakan ribuan kode genetik virus dari data pengawasan global. Melalui pemindaian tersebut, AI berhasil merancang sebuah "super-antigen".

Komponen mutakhir ini mengintegrasikan seluruh karakteristik utama yang terdapat pada satu keluarga besar virus.

Sistem ini membuat kekebalan tubuh mampu mengenali variasi virus yang mirip, termasuk jenis baru yang belum pernah menjangkiti manusia.

Metode baru ini dipercaya bisa mengubah pola penanganan wabah global. Para peneliti menyebutkan bahwa inovasi ini memungkinkan persiapan perlindungan medis dilakukan sebelum pandemi terjadi.

>>> Mario Aji Dapat Dukungan Maverick Vinales Usai Operasi Cedera Servikal

Target Uji Coba pada Keluarga Virus Corona

Pengujian fase awal difokuskan pada kelompok sarbecovirus.

Kelompok ini merupakan keluarga besar virus corona yang memicu penyakit Covid-19, SARS, serta virus patogen pada kelelawar yang berisiko menular ke manusia.

Hasil uji klinis tahap pertama menunjukkan formula ini aman bagi tubuh manusia. Vaksin tersebut terbukti mampu memicu respons kekebalan terhadap beberapa varian virus corona sekaligus.

Kendati tingkat respons imun yang terbentuk masih dalam kategori moderat, pencapaian ini dinilai sangat potensial. Ilmuwan berkomitmen melanjutkan proyek medis ini ke tingkat pengujian berikutnya.

Fase lanjutan akan melibatkan lebih dari 200 sukarelawan untuk menguji aspek efektivitas. Peneliti ingin melihat sejauh mana proteksi yang dihasilkan dapat bertahan lama dalam cakupan yang lebih luas.

Proyek yang digarap Cambridge bersama perusahaan bioteknologi DIOSynVax ini diharapkan memangkas durasi pembuatan vaksin secara signifikan.

Melalui bantuan AI, proses panjang yang biasanya memakan waktu di atas sepuluh tahun dapat diselesaikan jauh lebih cepat dengan biaya yang lebih efisien.

>>> Pemerintah Perketat Pengawasan QR Code BBM Subsidi MyPertamina

Meskipun uji coba perdana menyasar kelompok corona, para ahli memastikan platform AI yang sama dapat diaplikasikan untuk menangkal keluarga virus mematikan lain seperti Ebola dan Flu Burung.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru