Jumlah warga negara asing yang menjalani perawatan medis dan kecantikan di Korea Selatan melonjak signifikan. Sepanjang tahun lalu, angka kunjungan mencapai lebih dari 2 juta orang.
Peningkatan ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 1,17 juta orang. Data tersebut berasal dari Kementerian Kesehatan Korea Selatan.
>>> Pemkot Depok Larang ASN Live di Media Sosial Selama Jam Kerja
Tren wisata medis ini didominasi oleh prosedur estetika non-bedah. Layanan seperti botox, terapi cahaya merah, dan pengencangan kulit dengan ultrasound menjadi favorit.
Fasilitas medis di Korea Selatan menawarkan harga kompetitif dan teknologi yang lebih maju. Hal ini menjadi daya tarik utama dibandingkan negara-negara Barat.
"Kami merasa aman datang ke negara ini untuk merawat wajah kami," ujar Maria Zu, wisatawan asal Meksiko yang menetap di Dubai.
Kunjungannya ke Seoul pada April lalu lebih banyak dihabiskan di klinik kecantikan.
Zu menambahkan, kunjungan pertamanya delapan tahun lalu lebih fokus pada wisata taman kota dan kafe. Kini, aktivitas di klinik menjadi prioritas.
Aktivitas ekonomi dari sektor ini juga menunjukkan pergeseran. Pengeluaran untuk layanan medis kini melampaui belanja hiburan atau wisata lainnya.
>>> Bisnis Cicil Emas BSI Melonjak 97,90 Persen, Tembus Rp16,93 Triliun
"Pertumbuhan pasien mancanegara lebih cepat dibandingkan pertumbuhan wisatawan mancanegara," kata Hong Seung-wook, Direktur Global Healthcare Business di Korea Health Industry Development Institute.
Hong menambahkan, wisatawan mancanegara kini menghabiskan lebih banyak uang untuk layanan medis. Hal ini terlihat dari alokasi anggaran yang dikeluarkan.
Selain biaya, ketersediaan opsi perawatan yang variatif menjadi alasan penguat. Layanan multibahasa di berbagai klinik kosmetik juga memudahkan konsumen internasional.
"Saya suka karena ada banyak jenis perawatan K-beauty yang bahkan tidak tersedia di Amerika Serikat," kata Cindy Gu, wisatawan asal AS.
Tingginya konsentrasi klinik kecantikan di Korea Selatan memicu persaingan pasar yang ketat.
>>> Samsung Luncurkan Galaxy A57 dan A37 dengan Fitur Video Sinematik
Menurut Direktur Departemen Dermatologi Estetika Lienjang, Se-rin Lee, kompetisi ini menjaga tarif layanan tetap terjangkau bagi pasar internasional.