Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pertambangan di bawah naungan MIND ID terus mendorong program reklamasi lahan pascatambang di berbagai wilayah operasionalnya.
Langkah ini dilakukan tidak hanya sebagai pemenuhan kewajiban lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
>>> BI Naikkan BI Rate ke 5,50% untuk Amankan Rupiah dari Depresiasi
Aktivitas pertambangan yang berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan diwujudkan melalui restorasi lahan, rehabilitasi ekosistem, konservasi biodiversitas, hingga pengembangan tanaman energi.
Anggota Grup MIND ID yang terlibat meliputi PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Freeport Indonesia, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk.
"Reklamasi dan pemulihan lingkungan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari praktik pertambangan berkelanjutan," tulis keterangan resmi manajemen MIND ID.
Manajemen MIND ID menjelaskan bahwa penataan lahan, pengendalian erosi, sedimentasi, revegetasi spesies lokal, serta pemantauan kualitas lingkungan berkala menjadi instrumen Antam untuk memulihkan fungsi ekologis.
Antam juga mengintegrasikan konservasi biodiversitas lewat pemantauan flora dan fauna, rehabilitasi ekosistem sungai, serta perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi, dengan capaian menanam lebih dari 195.000 pohon hingga 2025.
Sementara itu, PTBA memanfaatkan lahan reklamasi untuk menanam lebih dari 240.000 batang kaliandra merah di area seluas 26,47 hektar hingga 2025 sebagai bahan baku wood pellet program co-firing PLTU.
>>> Polisi Bogor Buru 4 Pengeroyok Sekuriti Perumahan yang Minta Uang Miras
Di sisi lain, Freeport Indonesia fokus pada strategi keberlanjutan keanekaragaman hayati melalui sistem pemantauan lingkungan dan pengelolaan tailing sesuai standar internasional yang terverifikasi.
Strategi rehabilitasi juga diperluas oleh PT Timah dengan melakukan revegetasi daratan serta pemulihan ekosistem pesisir dan laut melalui pembuatan terumbu karang buatan, penanaman mangrove, dan restocking kepiting.
"Pada 2025, perusahaan mencatat realisasi 100 persen target perawatan reklamasi dan rehabilitasi lingkungan yang telah ditetapkan," tulis Manajemen MIND ID.
Adapun PT Vale Indonesia Tbk turut melaksanakan pemulihan lahan melalui revegetasi, pengelolaan keanekaragaman hayati, serta rehabilitasi kawasan terdampak operasi tambang untuk memastikan area tersebut kembali memiliki fungsi ekologis.
Integrasi berbagai program ini dinilai telah membuat aktivitas reklamasi di lingkungan Grup MIND ID berkembang melebihi sekadar penanaman kembali vegetasi.
>>> Honor X5c Plus Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan
"Dengan pendekatan tersebut, perusahaan-perusahaan anggota Grup MIND ID membuktikan bahwa kegiatan pertambangan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang," tulis MIND ID.