Persib Bandung menghadapi ancaman kehilangan sejumlah pemain kunci setelah keberhasilan mereka menjuarai kompetisi Super League 2025-2026.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi manajemen klub akan terulangnya eksodus pemain seperti musim sebelumnya.
>>> Rizky Ridho dan Diky Soemarno Kecam Perundungan terhadap Beckham Putra
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, menyatakan kegelisahannya terkait gelombang tawaran yang mulai masuk untuk para penggawa tim berjuluk Maung Bandung tersebut.
"Siapa pemain bertahan dan siapa yang hengkang. Ini banyak juga yang hengkang, bisa sama dengan tahun kemarin," ujar Umuh Muchtar.
Manajemen klub masih merahasiakan identitas pemain yang berpotensi meninggalkan skuad. Umuh Muchtar meminta publik untuk bersabar menunggu pengumuman resmi.
Situasi internal tim juga dilaporkan kurang kondusif menyusul mundurnya pelatih kepala Bojan Hodak.
Meskipun posisinya kini diisi asisten pelatih Igor Tolic, rencana awal manajemen untuk mempertahankan kerangka tim menghadapi hambatan besar.
>>> Saksi Bea Cukai Kaget Terima Titipan Rp1 Miliar dari PT BlueRay Cargo
Umuh Muchtar menjelaskan bahwa kepastian para pemain untuk bertahan kini menurun drastis akibat banyaknya tawaran menggiurkan, terutama dari klub-klub luar negeri.
"Iya tapi kalau mereka sekarang ya lain cerita, 80 persen lah ternyata fifty-fifty," ungkap Umuh Muchtar.
Pihak klub berharap jika para pemain kunci memutuskan untuk pergi, mereka memilih untuk melanjutkan karier di luar kompetisi domestik Indonesia.
"Siapapun menginginkan pemain Persib, tapi rata-rata main di luar lah. Mudah mudahan lah (jika pindah) enggak main di Indonesia," harap Umuh Muchtar.
Pergerakan transfer ini diprediksi tidak hanya berdampak pada komposisi pemain asing, tetapi juga signifikan pada kestabilan pemain lokal.
>>> Apple Luncurkan Framework AI Baru dan Xcode 27 untuk Pengembang
"Ada juga (tawaran dari luar negeri) tapi saya enggak tahu kemana, tapi ada yang di Indonesia. Pemain lokal juga 50 persen bertahan, kurang lebih," papar Umuh Muchtar.