⌂ Beranda News Prabowo Heran Dikritik Soal Intensitas Kunjungan Luar Negeri

Prabowo Heran Dikritik Soal Intensitas Kunjungan Luar Negeri

Prabowo Heran Dikritik Soal Intensitas Kunjungan Luar Negeri
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di Munas HIPMI
A A Ukuran Teks16px

Presiden Prabowo Subianto menyatakan keheranannya atas kritik dari sejumlah pihak mengenai intensitas kunjungan kerjanya ke luar negeri.

Pernyataan itu disampaikan dalam pidato di Munas ke-XVIII HIPMI di Lampung, Rabu (10/6/2026).

>>> Gempa Magnitudo 7,8 Guncang Filipina, 37 Tewas

Prabowo membandingkan respons publik terhadap gaya kepemimpinan mantan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi dulu disalahkan karena jarang melakukan perjalanan internasional.

"Ada Presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan, Jokowi nggak pernah ke luar negeri, Jokowi tidak peduli politik luar negeri," kata Prabowo.

Kini, ia justru mendapat sorotan berbeda karena aktif melakukan lawatan ke berbagai negara tetangga. "Saya sering keluar negeri, Prabowo sering keluar negeri, aneh," ujarnya.

Alasan Diplomasi Aktif

Prabowo menegaskan bahwa dinamika geopolitik global berubah sangat cepat. Hal itu menjadi alasan utama di balik langkah diplomasi aktif yang ia lakukan.

>>> Polda Metro Jaya Periksa Islah Bahrawi Terkait Dugaan Penghasutan

"Situasi berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa," kata Presiden.

Pemerintah memastikan Indonesia beruntung karena telah mengadopsi prinsip politik bebas aktif sejak awal kemerdekaan. Bangsa ini tidak terikat oleh pakta militer pertahanan dari kubu manapun.

"Kita beruntung, saya beruntung, Presiden Indonesia menerima warisan dari pendiri bangsa kita bahwa politik Indonesia adalah politik nonaligned," kata Prabowo.

Langkah taktis segera diambil setelah ia menerima mandat kepemimpinan demi menjaga kedaulatan serta posisi netralitas negara di kancah internasional.

>>> 6 Vendor Ponsel Terbesar Dunia Kuartal I 2026 Versi TrendForce

"Kita tidak mau terlibat dengan pakta militer dengan siapapun, karena itu saya begitu menerima mandat dari Presiden saya langsung gariskan politik kita politik nonaligned, nonblok, bebas aktif," tegasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru