⌂ Beranda News Menteri Keuangan: Kenaikan Harga Pertamax Minim Dampak ke Inflasi

Menteri Keuangan: Kenaikan Harga Pertamax Minim Dampak ke Inflasi

Menteri Keuangan: Kenaikan Harga Pertamax Minim Dampak ke Inflasi
Gedung Istana Negara
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kenaikan harga Pertamax tidak berdampak signifikan terhadap inflasi nasional.

Pasalnya, jenis bahan bakar tersebut bukan utilitas utama sektor logistik.

>>> Prabowo Heran Dikritik Soal Intensitas Kunjungan Luar Negeri

"Dampaknya (ke inflasi) harusnya relatif minim karena Pertamax enggak dipakai angkutan barang," ujar Purbaya, Rabu (10/6/2026).

Kendaraan pengangkut barang dan transportasi umum mayoritas menggunakan jenis bahan bakar lain.

Akibatnya, tekanan pada biaya distribusi logistik tidak menyebar ke harga barang dan jasa.

Mekanisme Pengendalian Kuota BBM Bersubsidi

Purbaya tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait mekanisme pengendalian kuota bahan bakar bersubsidi.

Ia menyerahkan penjelasan teknis tersebut kepada kementerian terkait.

>>> Gempa Magnitudo 7,8 Guncang Filipina, 37 Tewas

"Itu nanya ke Pak Bahlil mesti ada metode lagi. Nozzle control kalau enggak salah nanya Pak Bahlil yang ngerti," imbuh Purbaya.

Di sisi lain, pihak pengelola komoditas energi memastikan tidak ada perubahan harga untuk BBM bersubsidi per 10 Juni 2026.

"Harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan," ujar Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.

Kebijakan penyesuaian harga per 10 Juni 2026 hanya diberlakukan pada varian non-subsidi.

Pertamax mengalami kenaikan sebesar Rp3.950 per liter dari harga sebelumnya.

>>> Polda Metro Jaya Periksa Islah Bahrawi Terkait Dugaan Penghasutan

Berikut daftar harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026:

  • Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
  • Biosolar (CN 48): Rp6.800 per liter
  • Pertamax: Rp16.250 per liter
I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru