>>> Pertamina Naikkan Harga BBM Pertamax Jadi Rp16.250 Per Liter
"Jika modal sudah tercukupi, mulai beli investasi atau aset produktif yang bisa menghasilkan pemasukan rutin. Penghasilan rutin tersebut yang digunakan untuk bantu orang tua," ujar Melvin.
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Sutikno, memaparkan bahwa generasi sandwich umumnya mengalokasikan 20-30 persen upah untuk orang tua dan 40-50 persen bagi keluarga inti.
"Langkah pertama ini menurut saya, perlu kita evaluasi terlebih dahulu nih. Sebenarnya kita punya pengeluaran apa saja?
Artinya dari pendapatan kita digunakan buat apa saja sih, gitu," kata Mike.
Evaluasi penelusuran pengeluaran secara sistematis mampu menyaring kebutuhan dan keinginan guna menciptakan surplus dana. Manajemen pengeluaran sebaiknya dibagi menjadi tiga klaster: keluarga inti, orang tua, dan diri sendiri.
"Alokasi untuk emergency fund, tabungan untuk emergency fund-nya ya harus ditambah," jelas Mike.
Terkait bantuan orang tua, ia menawarkan opsi penempatan dana pada produk investasi pendapatan tetap seperti ORI atau sukuk.
"Kita mungkin berinvestasi, kita bisa tempatkan ke dalam suatu produk investasi yang memberikan pendapatan tetap, contohnya obligasi atau deposito.
Obligasi seperti ORI atau sukuk, di mana pokok investasinya tetap, tetapi tiap bulan kita mendapatkan hasil investasinya.
Nah, hasil investasinya inilah yang digunakan untuk membantu orang tua," papar Mike.
Komunikasi terbuka dengan pasangan dan orang tua mengenai batas kemampuan finansial menjadi kunci penting. "Apalagi kalau sudah bicara yang namanya penghematan.
Nah, itu perlu support dari seluruh anggota keluarga yang terlibat, baik dari orang tua yang di-support maupun dari keluarga inti Anda sendiri," pungkas Mike.
>>> Harga Pertamax Green 95 Naik, Biaya Full Tank Vespa Modern Melonjak
Berdasarkan data Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, Indonesia kini resmi memasuki fase penuaan penduduk dengan proporsi lansia mencapai 11,97 persen dari total populasi.