Harga emas dunia merosot lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan Selasa (9/6/2026) waktu setempat.
Tekanan aksi jual terjadi setelah peluang kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat semakin meningkat.
>>> Harga Pertamax Naik 10 Juni 2026, Ini Biaya Full Tank NMax dan PCX 160
Harga emas spot turun 1,5 persen ke posisi 4.264,70 dollar AS per ons.
Sebelumnya, harga sempat anjlok lebih dari 2 persen dan menyentuh level terendah sejak 23 Maret 2026.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 1,8 persen menuju level 4.286,40 dollar AS per ons.
Kondisi pasar yang tidak menentu memicu kecemasan di kalangan pelaku pasar komoditas global.
Para investor segera mengurangi porsi investasi mereka pada aset-aset berisiko tinggi. "Para pelaku pasar sedikit gugup dengan kondisi saat ini.
Hampir seluruh pasar memasuki mode menghindari risiko, dan kondisi itulah yang saat ini membuat harga emas ikut turun," ujar Bob Haberkorn, Analis Senior RJO Futures.
Proyeksi ke Depan
Tekanan terhadap harga emas dan perak diproyeksikan masih berlangsung hingga ada kepastian mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Fokus investor saat ini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Mei pada Rabu dan Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis pekan ini.
>>> BI Kembali Naikkan Suku Bunga 25 bps, Rupiah Justru Tertekan
Commerzbank memberikan proyeksi mengenai pergerakan harga komoditas ini. Perkembangan data inflasi Amerika Serikat bulan Mei akan menjadi penentu krusial bagi pergerakan harga emas selanjutnya.
"Jika data inflasi AS untuk Mei kembali memberikan kejutan ke arah yang lebih tinggi, harga emas kemungkinan akan turun lebih jauh.
Namun hal itu juga dapat membuka peluang pemulihan di akhir tahun apabila sesuai perkiraan kami The Fed akhirnya tidak menaikkan suku bunga," tulis Commerzbank.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan pelaku pasar memperkirakan ada peluang sekitar 68 persen bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.
Kenaikan suku bunga secara historis cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, harga minyak dunia turut melemah setelah Iran dan Israel menyatakan penghentian aksi saling serang.
Tren pelemahan ini akhirnya turut menyeret harga komoditas logam mulia lainnya di pasar spot.
Perak spot mencatat penurunan sebesar 4,3 persen menjadi 65,23 dollar AS per ons.
>>> Prabowo Panggil DEN dan Menkes ke Istana, Bahas Ekonomi dan Program Prioritas
Harga platinum melemah 2,1 persen menjadi 1.717,30 dollar AS per ons, sementara palladium mengalami penurunan 1,3 persen ke posisi 1.220,92 dollar AS per ons.