Sejumlah faksi Palestina, termasuk Hamas, membahas rencana perlucutan sebagian persenjataan mereka dalam pertemuan kesepakatan gencatan senjata Gaza di Kairo, Mesir, pada Rabu (10/6/2026).
Para anggota faksi yang hadir dalam pembicaraan sejak Sabtu (6/6) tersebut pada prinsipnya menyetujui penyerahan senjata kepada entitas ad-hoc Palestina yang belum dibentuk.
>>> Prabowo Peringatkan Pengusaha HIPMI: Jangan Coba-coba Langgar Hukum
Langkah ini diambil demi memecah kebuntuan negosiasi masa depan Jalur Gaza, meski Israel menuntut demiliterisasi total.
Pertemuan di ibu kota Mesir itu dihadiri mayoritas faksi utama termasuk Hamas dan Jihad Islam, namun tidak diikuti oleh faksi Fatah.
Seorang partisipan anonim mengungkapkan adanya upaya perumusan formula baru dari pihak mediator.
"Mesir dan para mediator sedang berupaya merumuskan formula baru yang dapat diterima, yang mempertimbangkan kesepakatan faksi-faksi tersebut," ungkap salah satu partisipan dalam pembicaraan di Kairo saat berbicara kepada AFP.
Pembahasan detail mengenai penyerahan persenjataan kepada entitas baru yang mewakili berbagai arus politik Palestina tersebut juga dikonfirmasi oleh sejumlah sumber Palestina pada Selasa (9/6).
Penolakan tetap disuarakan terhadap gagasan perlucutan senjata sepenuhnya yang diminta Israel.
>>> Polri Hidupkan Satgas Anti Mafia Bola Cegah Judi Piala Dunia 2026
Seorang pejabat politik Palestina yang enggan disebut namanya menyatakan bahwa mediator Mesir dan Qatar menyambut baik pendekatan faksi-faksi tersebut.
"Hamas mengaitkan masalah senjata dengan penarikan sepenuhnya oleh Israel dari Gaza... dan dengan rekonstruksi Gaza," kata pejabat tersebut.
Pihak Hamas sendiri berulang kali menyatakan tidak menentang penyerahan sebagian senjata asalkan menjadi bagian dari proses politik Palestina.
Mantan pemimpin Hamas, Khaled Meshaal, sempat mengusulkan pembekuan senjata yang kemudian ditolak Israel.
Di sisi lain, perkembangan positif dilaporkan terjadi dalam komunikasi antar faksi-faksi Palestina mengenai rencana perdamaian di kawasan tersebut.
"Kemajuan signifikan," kata pejabat senior Hamas, Taher al-Nunu kepada AFP.
>>> Thomas Tuchel Bantah Timnas Inggris Favorit Juara Piala Dunia 2026
Nunu menambahkan bahwa faksi-faksi Palestina saat ini bertujuan untuk menerapkan rencana perdamaian gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Gaza.