Manajer Timnas Inggris, Thomas Tuchel, secara tegas membantah status timnya sebagai favorit juara Piala Dunia 2026. Menurutnya, ada negara lain yang lebih layak menyandang predikat tersebut.
Tuchel merujuk pada catatan sejarah Inggris yang kerap gagal meski diunggulkan. Ia menyebut kekalahan di perempat final Piala Dunia 2022 dari Prancis sebagai contoh.
>>> Generasi Sandwich Sulit Siapkan Dana Pensiun karena Beban Berlapis
"Iuran kami bisa jadi juara, tapi saya juga yakin betul bahwa kami bukan favorit juara karena sejarah," ujar Tuchel seperti dikutip dari Tribuna.
"Masih banyak tim bermental juara di turnamen ini. Merekalah favoritnya.
Kami bisa bersaing dan bermimpi merebut trofi Piala Dunia. Kami tahu apa yang dibutuhkan," sambungnya.
Tuchel menegaskan, "Tugas utama kami adalah berusaha dan fokus - kami melihat diri kami sebagai pesaing dan penantang. Kami ingin melaju sejauh mungkin.
>>> Mathew Baker Siap Perkuat Timnas U19 Indonesia Lawan Australia
Saya rasa kami bukan favorit kuat juara."
Pesaing Berat di Piala Dunia 2026
Meski tidak dianggap favorit, Inggris tetap berada di posisi ketiga daftar kandidat juara menurut rumah taruhan.
Mereka berada di bawah Spanyol dan Prancis, namun di atas Brasil, Portugal, Jerman, dan Argentina.
Argentina, juara bertahan, disebut memiliki motivasi besar untuk mempertahankan gelar. Turnamen ini juga diproyeksikan menjadi panggung terakhir Lionel Messi.
>>> Pertamina Naikkan Harga BBM Pertamax Jadi Rp16.250 Per Liter
Langkah awal Inggris di Piala Dunia 2026 akan dimulai pekan depan. Mereka tergabung di Grup L dan akan menghadapi Kroasia pada pertandingan pertama.