⌂ Beranda News Mendikdasmen Percepat Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera

Mendikdasmen Percepat Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera

Mendikdasmen Percepat Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera
Revitalisasi sekolah terdampak bencana di Sumatera
A A Ukuran Teks16px

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan proses perbaikan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak bencana alam di Sumatera sudah mulai berjalan.

Langkah ini menyasar sejumlah satuan pendidikan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

>>> Kementan Ajukan Tambahan Anggaran Rp 22,4 Triliun untuk Tahun 2027

"Sudah berjalan juga (sekolah yang terdampak bencana), sudah mulai berjalan," ujarnya saat meresmikan program Revitalisasi SDN Cimahpar 5 dan SDN Leuwibatu 02 di Kabupaten Bogor, Rabu (10/6/2026).

Abdul Mu'ti menegaskan perbaikan sarana ini akan bergulir secara konsisten sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 14 triliun pada tahun 2026 untuk membenahi infrastruktur sekolah.

Alokasi anggaran tersebut ditargetkan mampu memperbaiki sebanyak 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Tiga Prioritas Revitalisasi

Kementerian menetapkan tiga prioritas utama penerima bantuan tahun ini.

Sasaran tersebut meliputi wilayah terdampak bencana alam, bangunan sekolah berkondisi rusak berat, serta sekolah di area terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Revitalisasi kan jalan terus sesuai arahan Pak Presiden.

Tahun ini kan yang sudah kita laksanakan revitalisasi dengan anggaran Rp 14 triliun itu dialokasikan untuk 11.744 satuan pendidikan, sekarang sudah mulai berjalan," sebutnya.

Kuota pembenahan bangunan sekolah berpotensi melonjak drastis dari rencana semula.

Presiden Prabowo Subianto menambah target sasaran hingga mencapai 60 ribu satuan pendidikan tambahan.

Akumulasi sekolah yang akan diperbaiki melonjak hingga 71.744 unit.

Kemendikdasmen tetap mempertahankan mekanisme swakelola dalam pelaksanaan teknis di lapangan, meniru skema tahun 2025.

Sistem swakelola memberikan ruang bagi pihak sekolah untuk merekrut warga lokal sebagai pekerja.

Pengadaan material bangunan diwajibkan memanfaatkan toko-toko bangunan di sekitar lokasi proyek.

"Sehingga kalau kita pakai asumsi tahun 2025, satu satuan pendidikan itu mempekerjakan minimal 10 orang.

>>> Prabowo Subianto Larang Pengusaha Bawa Kekayaan ke Luar Negeri

Nah, kalau kita bisa membangun tahun ini 71.744, insyaallah bisa terserap lapangan kerja untuk 710.000 pekerja.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru