Presiden Prabowo Subianto memproyeksikan ekonomi Indonesia akan menempati peringkat keempat terbesar di dunia pada tahun 2045.
Target tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
>>> AS dan China Bersaing Cari Sumber Air di Kutub Selatan Bulan
Menurut Prabowo, pencapaian target itu membutuhkan kecerdasan dan kecermatan dalam mengeksekusi kalkulasi yang telah dipersiapkan pemerintah.
Ia menyebut Indonesia berpotensi berada di posisi empat besar di bawah China, Amerika Serikat, dan India.
"Kita sudah algoritmanya sudah ada, hitungannya sudah ada.
Kalau kita pandai dan kita cerdas, 2045 kita ekonomi keempat terbesar di dunia saudara-saudara," ujar Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Kepala Negara juga memaparkan peta persaingan global dua dekade mendatang.
"Ya yang muncul nanti nomor satu Tiongkok, nomor dua Amerika Serikat, nomor tiga India, nomor empat Republik Indonesia," katanya.
Di hadapan para pengusaha muda, Prabowo menyatakan komitmennya untuk terus mengawasi perkembangan bangsa hingga 20 tahun ke depan.
>>> Harga BBM Nonsubsidi Pertamina dan Swasta Naik Serentak per 10 Juni 2026
Ia berkelakar akan memantau dari kediamannya di Hambalang, bahkan jika sudah wafat.
"Pada saat itu 2045 adalah 19 tahun lagi kan? 20 tahun lagi ya.
Ya 20 tahun lagi saudara-saudara berada di puncak kariermu. Saya nanti di Hambalang monitor kalian di bawah.
Kalau belum dipanggil Yang Maha Kuasa," ucapnya.
Prabowo juga menyelipkan kelakar tentang pengawasan ketat terhadap generasi muda. "Kalau dipanggil Yang Maha Kuasa aku lihat tetap saya monitor kalian.
Kalau kalian kurang ajar, malam-malam aku turun nyari kau. Jangan main-main kau.
Kau melanggar berkhianat kepada Merah Putih aku turun aku cari kau," tuturnya.
>>> Jakpro Gandeng Feel Good Network untuk Optimalkan Ekonomi JIS
Presiden memberikan peringatan tegas kepada generasi muda agar tidak melakukan pengkhianatan terhadap Merah Putih dan selalu memprioritaskan kepentingan bangsa dan negara.