Kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah militer Amerika Serikat melancarkan gempuran ke wilayah Iran.
Ledakan keras terdengar di sejumlah titik, termasuk Provinsi Hormozgan, Pulau Qeshm, dan kawasan pesisir dekat Selat Hormuz.
>>> Pemerintah Tegaskan Pajak UMKM Omzet di Bawah Rp 4,8 Miliar Hanya 0,5 Persen
Jet tempur AS memadati ruang udara Iran. Komando Pusat AS menyebut serangan itu sebagai tindakan pertahanan diri yang proporsional.
Serangan dilakukan atas arahan Panglima Tertinggi sebagai respons jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS sehari sebelumnya.
"Misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan," tulis Komando Pusat AS di X.
Iran Beri Peringatan Keras
Pemerintah Iran merespons tajam. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan pasukan AS untuk segera meninggalkan kawasan tersebut.
"Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman," kata Araghchi melalui akun X resminya. Ia menegaskan angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan serangan tanpa balasan.
"Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami. Angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan," ujarnya.
Serangan Balasan Iran
Militer Iran menggempur balik sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyasar puluhan target militer musuh.
>>> 100 Persen Peserta Program TJSL Beasiswa PT JIEP dari SMAN 89 Lolos PTN
IRGC juga menyatakan telah menjatuhkan pesawat nirawak pengintai MQ-9 Reaper milik AS di Provinsi Bushehr. Selain itu, IRGC melancarkan serangan drone ke markas Armada Kelima AS di Bahrain.
Serangan tersebut dilakukan oleh pasukan angkatan laut pada dini hari waktu setempat. IRGC mengancam akan mengirimkan serangan lebih masif jika agresi terhadap wilayah mereka berlanjut.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya bersama IRGC menyebut gempuran itu sebagai balasan atas serangan AS di wilayah Jask, Sirik, dan Qeshm.
Bahrain Kena Dampak
Bahrain melaporkan adanya serangan rudal dan drone yang mengarah ke wilayah mereka. Sistem pertahanan udara Bahrain berhasil menjatuhkan rentetan senjata tersebut.
Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain menuduh Iran melakukan tindakan permusuhan sistematis yang mengancam keselamatan warga sipil. Otoritas keamanan Bahrain kini menetapkan status kesiapan defensif tertinggi.
Mereka mengimbau warga untuk waspada terhadap serpihan sisa serangan yang jatuh di pemukiman.
"Komando Umum menyerukan masyarakat untuk berhati-hati terhadap benda-benda asing atau mencurigakan, yang berasal dari sisa-sisa serangan brutal Iran," demikian imbauan resmi.
>>> Arsene Wenger Yakin Kylian Mbappe Akan Bersinar di Piala Dunia 2026
Petugas penyelamat dan personel terkait dikerahkan untuk mengamankan puing-puing berbahaya demi keselamatan penduduk.