⌂ Beranda News Cara Deteksi Mobil Listrik Bekas Banjir Agar Tidak Rugi

Cara Deteksi Mobil Listrik Bekas Banjir Agar Tidak Rugi

Cara Deteksi Mobil Listrik Bekas Banjir Agar Tidak Rugi
Teknisi memeriksa baterai mobil listrik bekas banjir
A A Ukuran Teks16px

Minat terhadap kendaraan ramah lingkungan terus meningkat. Namun, calon pembeli harus waspada saat memilih unit bekas, terutama setelah banyak daerah mengalami banjir.

Mengidentifikasi mobil yang pernah terendam air tidak selalu mudah. Sebab, kendaraan biasanya sudah dibersihkan dan diperbaiki sebelum dijual kembali.

>>> Uni League 2026: Sepak Bola Kampus Bawa Pesan Perdamaian dan Kesehatan Mental

Kerusakan akibat banjir pada mobil hybrid dan elektrik berbeda dengan mobil konvensional. Dampaknya melibatkan sistem kelistrikan dan baterai bertegangan tinggi.

Pengecekan Fisik

Langkah awal adalah memeriksa sisa kotoran. Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, mengatakan bekas banjir sulit dihilangkan sepenuhnya.

"Bisa ketahuan dari bekas banjir atau masih ada lumpur. Karena kalau bekas banjir itu tidak bisa bersih 100 persen," kata Yogig.

Calon pembeli disarankan meneliti area tersembunyi seperti sela kabin, kolong kursi, bagasi, dan kompartemen bawah dasbor. Titik-titik ini sering luput dari pencucian.

Ancaman Penurunan Performa Baterai

Pengecekan daya tampung baterai juga penting. Kerusakan baterai akibat air sering tidak langsung terlihat.

Komponen baterai pada mobil hybrid atau elektrik bisa berfungsi normal setelah dikeringkan. Namun, gejala kerusakan baru terdeteksi setelah beberapa bulan pemakaian.

"Dan kalau dari kondisi baterai biasanya akan ketahuan setelah 6 bulan atau satu tahun kemudian, pasti mengalami penurunan State of Health (SOH) battery," kata Yogig.

Dampak Kerusakan Jangka Panjang

Yogig menceritakan kasus Toyota Corolla Cross Hybrid yang terendam banjir. Tiga bulan setelah kejadian, hanya sekitar 10 sel baterai yang rusak.

>>> Jadwal Siaran Langsung Semifinal Piala AFF U-19 2026 Indonesia vs Australia

Namun, setelah satu setengah tahun, seluruh baterai rusak total. "Awal 3 bulan baru dibersihkan di sini, baterai cuma rusak kurang lebih 10 sel.

Sudah mau satu setengah tahun ternyata kemarin dicek sudah rusak semua baterainya," katanya.

Sistem elektrikal yang sensitif membuat daya tahan baterai sulit diprediksi setelah terpapar air. Pembersihan luar tidak menjamin fungsi jangka panjang.

"Sebenarnya kalau baterai kan masuknya elektrikal jadi kita tidak bisa pastikan baterai habis kerendam ini kan bertahan sampai kapan," ujar Yogig.

Setelah perbaikan awal, kendaraan sering terlihat prima. Masalah serius baru muncul mendadak setelah 6 bulan hingga satu tahun.

"Sekarang dibersihkan dikeringkan, pasti aman-aman saja awalnya. Tapi kalau sudah 6 bulan pasti akan ada masalah tiba-tiba mobil diam semalam langsung drop.

Tidak bisa dinyalakan," katanya.

>>> Gali Freitas Berpeluang Hengkang dari Persebaya Surabaya Musim Depan

Pembeli diingatkan untuk tidak tergiur harga murah. Pemeriksaan rekam jejak unit, State of Health (SOH) baterai, dan sistem kelistrikan wajib dilakukan sebelum transaksi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru