⌂ Beranda News IATA Pertimbangkan Kunci Bagasi Kabin Saat Darurat Akibat Ulah Penumpang

IATA Pertimbangkan Kunci Bagasi Kabin Saat Darurat Akibat Ulah Penumpang

IATA Pertimbangkan Kunci Bagasi Kabin Saat Darurat Akibat Ulah Penumpang
Penumpang meninggalkan pesawat saat evakuasi darurat tanpa membawa barang bawaan
A A Ukuran Teks16px

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) tengah mempertimbangkan langkah tegas untuk mengatasi kebiasaan penumpang yang mengambil barang bawaan saat evakuasi darurat.

Salah satu opsi yang dibahas adalah mengunci kompartemen bagasi di atas kepala penumpang secara otomatis dalam situasi darurat.

>>> Masyarakat Ramai Cari Kalender Juni 2026 untuk Rencana Liburan

Penumpang Abaikan Instruksi

IATA mencatat bahwa banyak penumpang masih memprioritaskan mengambil barang bawaan, foto, atau barang tidak penting saat darurat, bukannya segera turun dari pesawat.

Padahal, pesawat besar harus mampu melakukan evakuasi penuh dalam waktu 90 detik. Setiap detik sangat berharga.

Nick Careen, Wakil Presiden Senior Operasi, Keselamatan, dan Keamanan IATA, mengatakan bahwa penumpang sering tidak memahami betapa cepatnya evakuasi harus dilakukan.

Statistik menunjukkan empat dari 10 penumpang tidak sadar bahwa mereka diharapkan meninggalkan barang-barang mereka.

IATA telah meluncurkan kampanye "Selamatkan Nyawa, Bukan Tas" untuk meningkatkan kesadaran. Namun, jika perilaku tidak berubah, tindakan lebih tegas diperlukan.

>>> Pemprov Sulsel Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor hingga 50 Persen

"Jika kita tidak melihat perubahan perilaku yang kita harapkan, maka kita harus sedikit lebih tegas, yang bisa berupa sanksi dan bisa juga sesuatu yang sederhana seperti mekanisme penguncian yang kuat pada kompartemen di atas kepala," ujar Careen kepada The Times, Kamis (11/6/2026).

Menurut Careen, sanksi efektif jika diterapkan secara konsisten. Jika tidak, efektivitasnya akan hilang.

Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan baik, seperti memperhatikan demonstrasi keselamatan dan menyimpan barang penting (paspor, uang, obat) di saku.

Penumpang harus memahami konsekuensi mengabaikan arahan awak kabin. Rencana ini perlu disetujui maskapai penerbangan sebelum diimplementasikan.

Bryan Bedford, Administrator Administrasi Penerbangan Federal (FAA), menambahkan bahwa semakin banyak penumpang tidak mengikuti instruksi awak kabin saat darurat.

>>> Pemprov DKI Diminta Efisiensi Dulu Sebelum Naikkan Tarif Transportasi

"Pada saat-saat tersebut, kepatuhan sangat penting. Penumpang harus bertindak cepat, mengikuti instruksi tanpa ragu-ragu, dan meninggalkan semua barang bawaan mereka," pungkasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru