⌂ Beranda News Pemerintah Targetkan Rupiah Stabil Melalui Kebijakan Devisa Hasil Ekspor

Pemerintah Targetkan Rupiah Stabil Melalui Kebijakan Devisa Hasil Ekspor

Pemerintah Targetkan Rupiah Stabil Melalui Kebijakan Devisa Hasil Ekspor
Ilustrasi stabilitas nilai tukar rupiah
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah memproyeksikan penguatan pasokan valuta asing di dalam negeri pada 2027.

Langkah ini ditempuh demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui pengetatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

>>> TVRI Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026 di Indonesia, Gratis Tanpa Berlangganan

Kebijakan tersebut dioptimalkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan Bank Indonesia. Tujuannya menebalkan kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Aturan Baru DHE SDA

Regulasi baru mewajibkan eksportir menempatkan seluruh dana hasil ekspor komoditas alam di sistem perbankan domestik.

Pelaku ekspor wajib menyimpan 100 persen DHE SDA di rekening khusus perbankan nasional dengan jangka waktu minimal 12 bulan.

Ketentuan khusus berlaku untuk sektor minyak dan gas bumi. Eksportir diwajibkan menyimpan setidaknya 30 persen dana DHE selama minimal tiga bulan.

Pasokan valuta asing di pasar domestik diproyeksikan melonjak berkat kebijakan ini. Hal itu secara langsung menopang kekuatan nilai tukar rupiah.

Integrasi kebijakan fiskal dan moneter antara pemerintah dengan Bank Indonesia terus dipacu. Langkah ini bertujuan menjaga tren pertumbuhan sekaligus mempertahankan kepercayaan investor.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pemerintah memperkirakan rupiah akan stabil pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS.

>>> Polrestabes Surabaya Selidiki Dugaan Pelecehan Atlet Menembak di Bawah Umur

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2026).

Penetapan asumsi nilai tukar dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 didasarkan pada kalkulasi matang.

Perbaikan kondisi fundamental ekonomi dalam negeri menjadi pertimbangan utama.

Purbaya menambahkan, kebijakan fiskal dan moneter akan semakin diperkuat. Tujuannya menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi sehingga meningkatkan market confidence.

Otoritas fiskal menilai lonjakan kepercayaan pasar bakal memicu aliran modal masuk. Hal ini diharapkan mempertebal cadangan devisa nasional.

Faktor eksternal seperti potensi penurunan tensi geopolitik di Timur Tengah juga diperhitungkan. Sentimen positif dari faktor tersebut dapat mengalir ke pasar keuangan global.

>>> Sampah Rumah Tangga Masih Menumpuk di Sungai Cibanten Kasemen

Melalui kombinasi stabilitas rupiah dan penguatan kebijakan domestik, pemerintah berkomitmen memperkokoh daya tahan sektor keuangan nasional. Langkah ini diharapkan menopang pembiayaan pembangunan pada 2027.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru