⌂ Beranda News Ahli Diet Ungkap Waktu Terbaik Konsumsi Kolagen dan Aturan Dosisnya

Ahli Diet Ungkap Waktu Terbaik Konsumsi Kolagen dan Aturan Dosisnya

Ahli Diet Ungkap Waktu Terbaik Konsumsi Kolagen dan Aturan Dosisnya
Suplemen kolagen dalam bentuk bubuk dan kapsul
A A Ukuran Teks16px

Kolagen menjadi suplemen populer untuk menjaga kebugaran dan kecantikan. Namun, kapan waktu terbaik mengonsumsinya?

Ahli diet Diana Nguyen memberikan panduan.

>>> Realme Luncurkan P4R 5G dengan Baterai 8.000 mAh dan Layar 144 Hz

Menurut Nguyen, konsumsi kolagen di pagi hari dapat memaksimalkan manfaat untuk elastisitas kulit dan kesehatan usus.

Sementara itu, minum kolagen sebelum tidur bermanfaat meningkatkan kualitas tidur dan fungsi otak, berdasarkan studi tahun 2023.

Bagi yang fokus pada pembentukan otot, suplemen ini disarankan diminum satu jam sebelum atau sesudah latihan angkat beban.

Konsumsi malam hari juga dianjurkan untuk pemulihan otot dan sendi karena tubuh melakukan perbaikan alami saat tidur.

Pada akhirnya, konsistensi harian lebih penting daripada sekadar memilih waktu.

Jenis dan Dosis Kolagen

Jenis kolagen yang paling sering dijual adalah tipe I, II, dan III. Tipe I mencapai 90 persen di dalam tubuh dan berfungsi menjaga kulit, rambut, kuku, dan tulang.

Tipe II ditemukan pada tulang rawan untuk kelenturan sendi, sedangkan tipe III bekerja dengan tipe I untuk penyembuhan dan elastisitas kulit.

>>> 10 Negara dengan Pertandingan Terbanyak di Sejarah Piala Dunia

Suplemen kolagen umumnya diekstrak dari kulit atau tulang sapi, babi, ikan, hingga membran telur. Produk tersedia dalam bentuk bubuk atau cairan.

Untuk dosis, Nguyen menyarankan 2,5–10 gram per hari untuk kesehatan umum, 5–10 gram untuk kulit dan rambut, serta 10–15 gram untuk kesehatan sendi.

Penyerapan kolagen dapat ditingkatkan dengan vitamin C, tembaga, dan seng. Kolagen terhidrolisis lebih mudah dicerna.

Sebaliknya, kadar asam lambung rendah akibat obat-obatan seperti penghambat pompa proton (PPIs) dapat menghambat penyerapan.

Gaya hidup seperti merokok, konsumsi gula berlebih, alkohol, dan paparan sinar matahari juga merusak kolagen tubuh.

Efek samping umumnya ringan, seperti mual, perut kembung, atau ruam kulit. Individu dengan alergi ikan atau telur harus menghindari produk dari sumber tersebut.

>>> Kebangkitan Bersejarah! Knicks Kalahkan Spurs Setelah Tertinggal 29 Poin

Bagi yang memiliki masalah ginjal, konsultasi dokter diperlukan karena asupan protein tinggi bisa membebani ginjal.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru