Kejaksaan Agung mengusut dugaan markup dalam pengadaan 21.801 unit motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Proyek ini bernilai Rp1,03 triliun dan diduga melibatkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
>>> Promotor Buka Penjualan Tiket Umum Konser BTS di Jakarta
Pembayaran Penuh Sebelum Perakitan Selesai
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengungkapkan bahwa pembayaran penuh telah disetorkan kepada vendor. Namun, hingga 7 April, motor listrik tersebut masih dalam proses perakitan.
"Ini totalnya Rp 1,03 triliun anggarannya. Nah, kemudian setelah dicek rupanya per 7 April ini masih dalam perakitan.
Dan tapi ini sudah dibayar oleh pejabat lama ya," ujar Dudung.
Selisih anggaran diperkirakan mencapai Rp200 miliar menurut hitungan internal pemerintah. Sementara itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memperkirakan kerugian negara mencapai Rp400 miliar.
"Dan ada selisih diperkirakan sekitar Rp 200 M ya. Berbeda kalau BPK ngitungnya Rp 400 M.
>>> Harga Emas Antam Turun Rp24.000 per Gram di Jakarta
Ya ada markup. Ya ini mudah-mudahan proses hukumnya segera cepat ya," lanjut Dudung.
Vendor Dinilai Tidak Memenuhi Kualifikasi
Kejagung juga mengidentifikasi masalah pada PT Yasa Artha Trimanunggal (PT YAT) selaku mitra pengadaan. Perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan alat kesehatan itu dinilai tidak memenuhi kualifikasi.
PT YAT tidak memiliki diler resmi maupun bengkel aktif yang mendukung operasional motor listrik. Meski demikian, perusahaan tersebut mengklaim mampu menyediakan dan mendistribusikan armada ramah lingkungan.
Dalam situs resminya, PT YAT menyatakan: "Kami menyediakan layanan pengadaan motor listrik secara profesional dan siap menjadi mitra strategis Anda dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga distribusi unit ke lokasi Anda."
>>> Dasco Tanggapi Pembelian Saham BCA di Tengah Pelemahan IHSG
Berdasarkan data Inaproc, PT YAT tercatat memiliki 23 jenis KBLI. Klasifikasi tersebut mencakup angkutan moda, aktivitas kurir, perdagangan komputer, pergudangan, konveksi, hingga perdagangan besar sepeda motor.