⌂ Beranda News Anak Buruh Proyek Lolos SNBP UGM dan Raih Beasiswa Penuh

Anak Buruh Proyek Lolos SNBP UGM dan Raih Beasiswa Penuh

Anak Buruh Proyek Lolos SNBP UGM dan Raih Beasiswa Penuh
Ristiana Artanti diterima di UGM melalui SNBP
A A Ukuran Teks16px

Ristiana Artanti, anak dari seorang buruh proyek, berhasil diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Ia diterima di jurusan Manajemen Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi tanpa biaya kuliah.

>>> Reno Salampessy Pulih, Siap Bela Timnas U-19 Lawan Australia di Semifinal

Prestasi ini diumumkan pada Kamis (11/6/2026).

Ristiana aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perlombaan selama SMA, hingga meraih juara umum dan juara satu tingkat provinsi.

Ia mengaku harus disiplin membagi waktu agar prestasi akademik tetap terjaga.

Berkat pencapaiannya, Ristiana memperoleh beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen, sehingga tidak perlu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

"Kalau soal perasaan, jujur, saya bingung dan masih belum percaya Tuhan memberi kesempatan yang benar-benar saya gak bakal kira bakal bisa masuk di Universitas Gadjah Mada," kata Ristiana.

Pengaturan waktu yang ketat menjadi kunci utama Ristiana dalam mempertahankan nilai rapornya. "Saya selalu disiplin membagikan waktu agar kegiatan ekstra tidak mengganggu akademik," tuturnya.

Setelah lulus, ia berencana mengabdi sebagai tenaga kesehatan di daerah yang membutuhkan.

>>> Justin Hubner dan Jennifer Coppen Akan Menikah di Bali Besok

"Saya sudah membayangkan bahwa setelah lulus itu saya akan bekerja di puskesmas dan juga di rumah sakit yang mungkin di daerah pelosok-pelosok, untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masyarakat," harap Ristiana.

Kondisi finansial keluarganya tidak menentu. Ayahnya, Rubikan, bekerja sebagai buruh proyek dengan pendapatan harian Rp90.000 hingga Rp100.000.

Ibunya, Winarni, bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Saat tidak ada proyek, Rubikan menggali batu putih di depan rumah untuk dijual seharga Rp450.000.

"Pas dia utarakan pengen kuliah itu, saya mikirnya gini, apa bisa mendanai soalnya ekonomi kita, susah kayak gini, kadang-kadang ada, kadang-kadang gak.

Bisa makan tiga kali sehari itu sudah bersyukur," ujar Winarni.

Penerimaan Ristiana di UGM membawa kelegaan bagi orang tuanya.

>>> Pemerintah Hitung Ulang Anggaran Makan Bergizi Gratis, Target Efisiensi

"Saya gak mengira kalau anak saya bisa masuk UGM, padahal orang tuanya gak sekolah, tapi anaknya bisa sekolah," kata Rubikan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru