Pemerintah tengah melakukan penataan menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis menyusul temuan pembengkakan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Data menunjukkan terdapat 27.877 titik di Jakarta Pusat, melampaui target awal yang dirancang hanya sekitar 21.000 titik.
>>> Pemerintah Temukan Penyelewengan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis
Lonjakan ribuan titik pelayanan ini berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran negara yang diperkirakan melebihi Rp 1 triliun per bulan.
Selain itu, otoritas terkait juga mendeteksi indikasi praktik jual beli dalam pelaksanaan proyek pemenuhan gizi nasional tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan fokus utama saat ini adalah pembenahan internal.
Evaluasi dan perbaikan manajemen akan berjalan dalam masa transisi yang diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan.
"Jadi, saya jelaskan penataan ini memang tidak ada yang baru dulu, penataan dulu. Ya kita lagi membereskan internal dulu ini, tadi yang saya sebutkan ya.
Yang lain-lain nanti, tapi tapi yang sekarang yang saya sampaikan tadi kita tata dulu sampai bagus, sampai temuan-temuan itu bisa diselesaikan," ujar Zulkifli Hasan.
Program strategis ini dipastikan tetap berjalan sebagai agenda prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas nutrisi publik.
Namun, hambatan operasional dan manajemen memicu respons cepat dari kepala negara untuk melakukan perombakan kepengurusan.
"Saudara-saudara sekalian, program MBG kebijakan utama Bapak Presiden yang sangat bagus, sangat baik, eh tetapi dalam pelaksanaannya terjadi masalah-masalah yang sudah lama menjadi perbincangan dan kita juga bahas di sini," papar Zulkifli Hasan.
Laporan mengenai penyelewengan dan kendala lapangan telah diterima Presiden, yang berujung pada pergantian kepemimpinan pada struktur atas lembaga pengelola.
Struktur operasional Badan Gizi Nasional kini diubah total untuk mengamankan jalannya program gizi.
"Dan pada suatu titik, akhirnya Presiden mendengar dan sudah mengambil keputusan ya, diganti dengan manajemen yang baru, istilah kita ya," pungkas Zulkifli Hasan.
>>> Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi JIExpo Kemayoran Jelang Jakarta Fair 2026