PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan program Rel Ekonomi Rakyat di Stasiun Garut pada Kamis (11/6/2026).
Program ini mencakup pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang pada layanan Kereta Api (KA) Cikuray.
>>> Timnas Indonesia U-19 Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF 2026
Langkah ini bertujuan memperluas akses transportasi masyarakat dan memperkuat konektivitas berbagai pusat kegiatan ekonomi di sepanjang jalur.
Kawasan yang terhubung mencakup sektor pertanian, perdagangan, UMKM, hingga sentra industri.
Penyediaan layanan perkeretaapian ini dinilai strategis dalam mendukung pergerakan orang dan barang.
Jalur yang dilewati memiliki karakteristik ekonomi beragam, diharapkan mampu mendorong keterhubungan ekonomi antarwilayah secara optimal.
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI, Rafli Yandra, menyatakan bahwa layanan ini mencerminkan komitmen perusahaan menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, terjangkau, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Manajemen KAI berharap program baru ini memberikan dampak positif bagi perekonomian yang lebih luas.
Layanan transportasi yang andal dan efisien menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha kecil di wilayah tersebut.
“Melalui layanan ini kami berharap mobilitas masyarakat, petani, pedagang, dan pelaku UMKM dapat semakin baik,” ujar Rafli Yandra.
Dalam operasionalnya, KA Cikuray menggunakan rangkaian enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu Kereta Petani-Pedagang.
Balai Yasa Manggarai dan BY Surabaya Gubeng melakukan pengembangan sarana ini untuk meningkatkan daya tampung tempat duduk.
Kapasitas tempat duduk pada Kereta Ekonomi Kerakyatan meningkat dari 80 menjadi 93 kursi per kereta.
Sementara itu, Kereta Petani-Pedagang didesain khusus dengan kapasitas 73 tempat duduk.
Dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan perluasan akses transportasi publik yang terjangkau menjadi fokus pemerintah pusat.
Kemudahan mobilitas para pelaku usaha rakyat menjadi target utama implementasi program ini.
Plh.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Aditya Karsa, menambahkan bahwa layanan ini diharapkan mempermudah mobilitas petani, pedagang, dan pelaku usaha rakyat.
>>> BI dan PBOC Perluas Transaksi Mata Uang Lokal dan QRIS Cross-Border