Penjualan mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia menunjukkan tren penurunan pada Mei 2026.
Angka ini merupakan yang terendah sepanjang tahun berjalan.
>>> Jusuf Kalla Tawarkan Investasi Energi Hijau Rp70 Triliun ke Prabowo
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil listrik BEV tercatat hanya sebanyak 9.290 unit pada Mei 2026.
Angka ini turun drastis 37,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 14.825 unit.
Penundaan kebijakan insentif kendaraan listrik oleh pemerintah menjadi salah satu penyebab utama anjloknya penjualan.
Menteri Keuangan Purbaya sebelumnya menyatakan bahwa insentif EV ditunda selama satu bulan, yang awalnya dijadwalkan berlaku mulai Juni 2026.
Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengakui bahwa penundaan insentif, ditambah pelemahan nilai tukar rupiah, turut menekan angka penjualan di pasar domestik.
>>> Kombes Pol I Made Agus Prasatya Resmi Jabat Dirgakkum Korlantas Polri
Belum adanya kepastian mengenai insentif membuat calon konsumen memilih untuk bersikap menunggu.
Banyak calon pembeli menunda transaksi dengan harapan mendapatkan harga yang lebih baik setelah regulasi insentif resmi diberlakukan.
Meskipun mengalami penurunan di bulan Mei, tren penjualan mobil listrik secara umum masih positif. Total penjualan mobil listrik dari Januari hingga Mei 2026 telah mencapai 57.087 unit.
Jumlah tersebut mencerminkan lonjakan 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
>>> Astra Catat Penjualan Mobil 38.768 Unit pada Mei 2026
Dari total penjualan mobil nasional sebanyak 359.015 unit, kendaraan listrik berhasil mengamankan pangsa pasar sebesar 15,9 persen.