⌂ Beranda News Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi demi Jaga Daya Beli Masyarakat

Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi demi Jaga Daya Beli Masyarakat

Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi demi Jaga Daya Beli Masyarakat
Stasiun pengisian bahan bakar Pertalite di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Indonesia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi tidak mengalami kenaikan di tengah menguatnya harga energi global.

Keputusan ini diumumkan pada Rabu (10/6/2026).

>>> Timnas Spanyol Percaya Diri Hadapi Semua Lawan di Piala Dunia 2026

Langkah tersebut diambil demi menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok paling rentan. Instruksi ini langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kepastian tersebut saat menghadiri Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia XVIII di Bandar Lampung.

"Saya pikir itu untuk BBM subsidi dan elpiji subsidi tidak ada kenaikan. Itu perintah Bapak Presiden.

Tidak ada kenaikan," ucap Bahlil.

Saat ini, harga Pertalite tetap Rp 10.000 per liter. Sementara solar subsidi atau Biosolar bertahan di harga Rp 6.800 per liter.

>>> AS Lancarkan Serangan Udara ke Fasilitas Iran, Iran Balas Serang Pangkalan AS

Kebijakan ini berbeda dengan sektor non-subsidi. Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter.

Pertamax Green juga melonjak dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa BBM subsidi dijaga agar tidak naik karena berdampak besar pada masyarakat.

"Pertalite tidak akan naik, Biosolar atau solar subsidi juga tidak akan naik, karena ini yang akan berpengaruh sangat besar," katanya.

Langkah strategis ini bertujuan meminimalisasi efek domino fluktuasi pasar minyak internasional terhadap perekonomian domestik.

>>> Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis Guna Atasi Pemborosan

"Kelompok yang paling rentan, masyarakat miskin, yang paling terdampak, yang banyak menggunakan terutama BBM subsidi, ini yang harus dijaga," ucap Dwi Anggia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru