Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk menahan laju pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
>>> AFTECH Dorong Pertumbuhan Ekosistem Pinjaman Daring yang Sehat
Kebijakan moneter ini menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan domestik. Langkah tersebut diharapkan mampu meredam volatilitas nilai tukar di tengah tingginya ketidakpastian global.
Pakar: Kenaikan Suku Bunga Tepat, Namun Perlu Dukungan Kepercayaan Pasar
Pakar Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Werry Darta Taifur, menilai langkah BI menaikkan suku bunga sudah tepat.
Menurutnya, secara teori kenaikan suku bunga akan mendorong masyarakat menabung dan mengurangi permintaan dolar.
"Tingkat bunga dinaikkan sehingga orang lebih memilih menabung dan tidak membeli dolar. Dengan begitu permintaan dolar bisa ditekan," kata Werry, Kamis (11/06/2026).
Ia juga menyebut kenaikan suku bunga dapat memicu capital inflow. "Kalau terjadi capital inflow, modal-modal yang sempat keluar bisa masuk kembali.
Itu salah satu tujuan kenaikan suku bunga," ujarnya.
Namun, stabilitas rupiah tidak bisa pulih instan jika kepercayaan pasar terhadap ekonomi nasional masih rendah.
Investor kini mencermati indikator seperti potensi pelebaran defisit anggaran, penerimaan pajak, utang, hingga tren pelemahan rupiah.
"Yang menentukan itu tingkat kepercayaan pasar terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Orang-orang sudah menghitung berbagai risiko ekonomi yang akan terjadi," katanya.
"Kalau orang melihat defisit anggaran berpotensi membesar dan rupiah terus melemah, mereka akan tetap memilih dolar.
Jadi kebijakan menaikkan bunga saja belum tentu cukup jika tidak dibarengi meningkatnya kepercayaan pasar," jelasnya.
Werry menilai langkah penyesuaian suku bunga acuan oleh BI tidak terlambat. BI memegang mandat penuh untuk mengendalikan pasar melalui instrumen moneter yang tersedia.
>>> Indodax Gandeng Chainalysis Perkuat Sistem Kepatuhan Aset Kripto
"Bank Indonesia memang bertugas mengendalikan kondisi pasar melalui instrumen yang dimilikinya. Salah satu caranya ya menaikkan suku bunga.
