Sistem pembelian tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan kembali menjadi sorotan. Sejumlah pengunjung mengeluhkan proses pembelian tiket secara langsung (on the spot) yang dinilai kurang praktis dan fleksibel.
Keluhan muncul terutama dari pengunjung yang datang menggunakan kendaraan pribadi.
>>> Panduan Lengkap Update iOS 27 Beta di iPhone dengan Aman
Mereka yang belum memiliki JakCard harus membeli kartu terlebih dahulu secara tunai sebelum dapat melakukan transaksi masuk ke kawasan wisata milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tersebut.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, meminta pengelola Ragunan melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menegaskan digitalisasi transaksi di kawasan wisata harus mempermudah masyarakat, bukan justru menghambat saat berwisata.
"Digitalisasi transaksi tentu merupakan langkah yang baik dan harus didukung.
Namun implementasinya jangan sampai justru menyulitkan masyarakat yang ingin menikmati fasilitas publik," kata Kenneth dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Pria yang akrab disapa Bang Kent ini mengungkapkan persoalan yang perlu menjadi perhatian bukan hanya soal kemudahan akses pembayaran.
Ia juga menyoroti transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah.
Menurutnya, jika pengunjung dipaksa membayar tunai karena sistem pembayaran yang tidak fleksibel, hal itu perlu dievaluasi serius.
"Karena sistem tunai memiliki risiko lebih tinggi terhadap kebocoran penerimaan daerah dan membuka ruang terjadinya penyimpangan maupun dugaan pungutan liar apabila tidak diawasi secara ketat," ungkapnya.
Ketua IKAL PPRA Angkatan LXII itu mengatakan seluruh transaksi pelayanan publik semestinya tercatat secara elektronik. Hal ini agar dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan dengan baik.
"Seluruh transaksi pelayanan publik harus transparan, tercatat secara elektronik, dan dapat diaudit kapan saja.
Dengan demikian, potensi kebocoran anggaran, kehilangan penerimaan daerah, maupun praktik pungutan liar dapat ditekan semaksimal mungkin," tuturnya.
>>> Menkeu Respons Ajakan Pindah ke Pertalite: Tak Semua Pengguna Pertamax Beralih
Kent juga menyoroti masih terbatasnya opsi pembayaran di Ragunan.
Di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin akrab dengan transaksi digital, ia menilai pengelola perlu menyediakan lebih banyak alternatif pembayaran.
