Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan LPG subsidi tidak mengalami kenaikan.
Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik internasional.
>>> MR. DIY Indonesia Bagikan Dividen Perdana Rp17,62 Per Saham
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kepastian tersebut setelah memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026).
Harga BBM Non-Subsidi Disesuaikan
Meskipun harga BBM subsidi tetap, harga sejumlah BBM non-subsidi milik PT Pertamina (Persero) telah disesuaikan mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia.
"Harga BBM untuk bersubsidi (Pertalite dan Solar) maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Sementara harga yang non-subsidi menyesuaikan dengan harga pasar yang ada," kata Bahlil.
Penegasan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menopang ekonomi masyarakat. "Pemerintah sedang menggodok berbagai langkah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Karena itu BBM subsidi tidak kita naikkan sama sekali, sedangkan yang lainnya dilakukan penyesuaian," ujar Bahlil.
>>> IHSG Menguat ke Level 5.900 pada Pembukaan Perdagangan
Selain stabilitas harga, pertemuan di Istana Merdeka juga membahas arahan Presiden Prabowo terkait penguatan ketahanan energi nasional. Pemerintah mendorong percepatan pemanfaatan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
"Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif. Sekarang fokus kita percepatan peralihan LPG ke CNG," kata Bahlil.
Pembahasan juga mencakup pembenahan pendataan di sektor pertambangan serta kesiapan pasokan energi nasional.
Kebijakan penahanan harga subsidi ini berjalan beriringan dengan lonjakan harga BBM non-subsidi per Juni 2026.
>>> Granit Xhaka Pimpin Swiss di Piala Dunia 2026 Usai Pensiunnya Sejumlah Pilar
Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax mencapai Rp 16.250 per liter. Berikut daftar harga BBM Pertamina untuk wilayah Jabodetabek pada Juni 2026:
- Solar Subsidi (Biosolar): Rp 6.800 per liter
- Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp 16.250 per liter
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 17.000 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp 20.750 per liter
- Dexlite (CN51): Rp 23.000 per liter
- Pertamina Dex (CN53): Rp 24.800 per liter