⌂ Beranda News IHSG Dibuka Menguat, Ikuti Reli Bursa Asia pada 12 Juni 2026

IHSG Dibuka Menguat, Ikuti Reli Bursa Asia pada 12 Juni 2026

IHSG Dibuka Menguat, Ikuti Reli Bursa Asia pada 12 Juni 2026
Grafik IHSG menguat didorong saham perbankan besar
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka pada level 5.960,41.

>>> Harga Emas Antam 12 Juni 2026 Melonjak Rp 20.000 per Gram

Pada awal sesi, indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.994,98.

Hingga pukul 09.30 WIB, IHSG berada di posisi 5.969,54, naik 83,51 poin atau 1,42 persen dari penutupan sebelumnya di 5.886,03.

Selama perdagangan pagi, indeks bergerak dalam rentang 5.952,85 hingga 5.994,98.

Nilai transaksi tercatat Rp 3,701 triliun dengan volume perdagangan 5,788 miliar saham.

Sebanyak 515 saham menguat, 125 saham melemah, dan 319 saham stagnan dengan frekuensi transaksi 403.000 kali.

Indeks Lain Ikut Menguat

Kenaikan IHSG turut mendorong indeks lainnya.

Indeks LQ45 naik 1,44 persen ke 595,29, Jakarta Islamic Index (JII) melesat 2,54 persen ke 356,04, dan ISSI naik 1,73 persen ke 204,51.

IDX30 bertambah 1,41 persen ke 339,12, serta JII70 menguat 2,10 persen ke 138,85.

>>> Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas Sekitar Bundaran HI

Reli Bursa Asia Jadi Katalis

Pergerakan IHSG sejalan dengan reli bursa Asia.

Indeks KOSPI Korea Selatan melonjak 7,63 persen ke 8.356,16, Nikkei 225 Jepang naik 3,69 persen ke 66.586,94, dan S&P/ASX 200 Australia menguat 1,96 persen ke 8.802,40.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,59 persen ke 24.635,77, sedangkan SSE Composite China bertambah 1,38 persen ke 4.042,12.

Optimisme pasar dipicu prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (11/6/2026) menyatakan kesepakatan berpotensi ditandatangani akhir pekan ini.

Sentimen positif ini menekan harga minyak mentah.

Minyak WTI turun 1,9 persen ke 86,08 dolar AS per barel, dan Brent melemah 1,5 persen ke 89,08 dolar AS per barel.

>>> Candra Wijaya Kembali Gelar Turnamen Bulutangkis Khusus Ganda di Tangsel

Penurunan harga energi meredakan kekhawatiran inflasi dan mendorong minat investor pada aset berisiko seperti saham Asia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru