⌂ Beranda News Piala Dunia 2026: Panggung Keberagaman Manusia di Atas Lapangan Hijau

Piala Dunia 2026: Panggung Keberagaman Manusia di Atas Lapangan Hijau

Piala Dunia 2026: Panggung Keberagaman Manusia di Atas Lapangan Hijau
Stadion Azteca di Mexico City menjadi lokasi pembukaan Piala Dunia 2026
A A Ukuran Teks16px

Setiap empat tahun, dunia berhenti sejenak untuk menyaksikan ritual yang melampaui olahraga.

Piala Dunia FIFA 2026, yang digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan rekor 48 tim dan 104 pertandingan, bukan hanya kompetisi memperebutkan trofi.

>>> Undip Buka Pendaftaran Ujian Mandiri Vokasi 2026 Secara Online

Turnamen ini adalah panggung terbesar tempat keberagaman manusia dipentaskan secara serentak.

Di atas lapangan hijau, pemain dari ras, bangsa, agama, dan bahasa yang berbeda bekerja sama menuju satu tujuan, lalu berjabat tangan dengan lawan yang sama beragamnya.

Multikulturalisme dalam Sepak Bola

Secara konseptual, multikulturalisme bukan hanya kenyataan bahwa banyak budaya hidup berdampingan.

Filsuf seperti Charles Taylor dan Will Kymlicka memaknainya sebagai sikap politik dan moral yang mengakui, menghormati, serta memberi ruang setara bagi keberagaman identitas budaya.

Dalam sepak bola, makna itu menjadi konkret: sebelas orang dengan latar belakang berbeda harus melebur menjadi satu tim yang padu, sementara dua tim yang sama-sama beragam harus tunduk pada aturan main yang setara dan semangat fair play.

Pesannya sederhana: keberagaman dapat bekerja, asalkan ada aturan adil dan rasa hormat.

Sejarah Multikulturalisme Piala Dunia

Hindia Belanda (cikal bakal Indonesia) tercatat sebagai wakil Asia pertama pada 1938, dengan skuad multietnis: campuran pemain pribumi, Tionghoa, dan Indo-Eropa.

Enam dekade kemudian, Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dengan tim yang dijuluki “Black-Blanc-Beur”, simbol keberhasilan integrasi imigran.

Pada Piala Dunia 2022, Maroko mengejutkan dunia dengan menembus semifinal, negara Afrika sekaligus Arab pertama yang mencapainya, bermodalkan 14 dari 26 pemain yang lahir di luar negeri.

Pelatih Walid Regragui, yang lahir di Perancis, menjadikan keberagaman sebagai kekuatan.

Menurut analisis Migration Observatory, University of Oxford, Piala Dunia 2026 diperkirakan menampilkan pemain kelahiran luar negeri terbanyak sepanjang sejarah, hampir seperempat dari 1.248 pemain lahir di negara yang berbeda dari yang mereka bela.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru