⌂ Beranda News Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Pengamanan Demo Mahasiswa di DPR RI

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Pengamanan Demo Mahasiswa di DPR RI

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Pengamanan Demo Mahasiswa di DPR RI
Personel Polda Metro Jaya berjaga saat pengamanan demo mahasiswa
A A Ukuran Teks16px

Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Suheri memimpin langsung apel gabungan pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa di lapangan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juni 2026.

Langkah ini diambil guna mengawal penyampaian pendapat di muka umum agar tetap kondusif.

>>> Pemerintah Kaji Insentif Ekonomi Setelah Kenaikan Harga Pertamax

Pihak kepolisian memfokuskan penjagaan di area parlemen sebagai respons atas rencana demonstrasi yang digerakkan oleh elemen mahasiswa.

Dalam pengamanan tersebut, pimpinan kepolisian menekankan pentingnya pengendalian diri bagi seluruh personel yang bertugas di lapangan.

Komjen Asep Suheri menegaskan bahwa seluruh jajaran anggota harus mengedepankan sisi pelayanan yang sabar dan terukur selama mengawal jalannya aksi massa.

"Pengamanan penyampaian pendapat di muka umum harus berjalan dengan aman, tertib, kondusif, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum," kata Asep dalam amanatnya.

Kapolda Metro Jaya meminta agar personel tidak bersikap reaktif terhadap situasi di lapangan. Penegakan hukum ditempatkan sebagai pilihan paling akhir dalam penanganan unjuk rasa.

"Yang kedua, anggota yang bertugas saya tekankan di sini, tidak mudah terpancing ya, kendalikan emosi kalian semua dan laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur serta menjadikan penegakan hukum adalah langkah yang terakhir," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan jajarannya untuk memandang para demonstran sebagai bagian dari generasi muda yang harus dilindungi hak-haknya. Pengawalan ketat diperintahkan tetap berjalan sampai massa membubarkan diri.

"Ingat pesan saya, rekan-rekan sekalian sabar, humanis, tidak terprovokasi, dan tidak terpancing.

Bagaimanapun, mereka adalah adik-adik kita, kita jaga mereka dengan baik sampai nanti saat selesai adik-adik kita dalam hal menyampaikan pendapat di muka umum," tuturnya.

>>> Son Heung-min Samai Rekor Penampilan Hong Myung-bo di Piala Dunia

Selain itu, pengumpulan data visual dan pemetaan titik berkumpulnya massa menjadi instruksi khusus bagi jajaran intelijen di lokasi unjuk rasa.

"Saya minta untuk personel intelijen untuk mempelajari secara detail titik kumpul massa, fasilitas umum yang dipakai, dan kendaraan yang digunakan serta dokumentasikan semua narasi yang ada di jalan, baik diteriakkan, tulisan, maupun perkataan, dan segera laporkan kepada pimpinan," imbuhnya.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ini juga direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta.

Kepolisian menyiapkan ribuan personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri dan TNI untuk menjaga situasi keamanan.

"4.151 personel gabungan disiapkan dalam pengamanan aksi tersebut.

Rinciannya, 3.651 personel Polri, serta 500 personel TNI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya seperti dilansir dari detikcom.

Pihak kepolisian menyatakan tetap menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik. Pengamanan ketat ini ditujukan untuk menjaga keseimbangan agar aktivitas masyarakat umum tidak terganggu.

"Polda Metro Jaya menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

>>> BYD Rilis Mobil PHEV M6 DM Mulai Rp 298 Juta

Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya," jelasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru