⌂ Beranda News Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 Dinilai Ambisius oleh Ekonom

Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 Dinilai Ambisius oleh Ekonom

Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 Dinilai Ambisius oleh Ekonom
Ilustrasi target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2027
A A Ukuran Teks16px

JAKARTA – Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027 dinilai ambisius oleh ekonom.

Meski pemerintah telah menyiapkan delapan program prioritas nasional, langkah tersebut dianggap belum cukup untuk mendongkrak pertumbuhan secara signifikan.

>>> Polisi Tangkap Tiga Pengeroyok Pria di Tempat Biliar Grogol

Target Ambisius di Tengah Keterbatasan Fiskal

Ekonom Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan target tersebut tergolong ambisius. Selama hampir dua dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung bertahan di kisaran 5 persen.

"Apakah delapan program ini cukup untuk membuat target pertumbuhan 2027 mudah dicapai? Menurut saya tidak, bahkan saya melihat target tersebut sangat ambisius," kata Yusuf kepada Kompas.

com, Jumat (11/6/2026).

Menurut Yusuf, tantangan utama bukan pada kurangnya program, melainkan persoalan struktural. Produktivitas, investasi, kualitas birokrasi, dan lambatnya transformasi sektor industri menjadi hambatan utama.

"Ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan kekurangan program, melainkan keterbatasan produktivitas, investasi yang belum cukup kuat, kualitas birokrasi, serta lambatnya transformasi sektor industri," ujarnya.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan 2027 sebagai tahap menuju target 8 persen pada 2029.

Namun, target tersebut disusun dengan defisit anggaran relatif rendah, sekitar 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap PDB.

Artinya, pemerintah ingin mendorong pertumbuhan lebih tinggi dengan ruang fiskal yang lebih terbatas.

"Secara konsep itu bukan hal yang mustahil, tetapi membutuhkan kualitas kebijakan dan eksekusi yang jauh lebih baik," ujar Yusuf.

Program Prioritas dan Potensi Dampaknya

Beberapa program berpotensi mendorong pertumbuhan.

Dalam jangka pendek, hilirisasi dan industrialisasi dinilai menjadi motor paling menjanjikan karena mampu menarik investasi, meningkatkan nilai tambah ekspor, dan memperluas basis industri domestik.

>>> Pemkot Surakarta Mediasi Penolakan Pembangunan GKJ Banyuanyar

Pembangunan infrastruktur dan sektor perumahan juga diperkirakan memberikan dampak cepat karena efek pengganda yang tinggi dan penyerapan tenaga kerja besar.

Sementara itu, program ekonomi kerakyatan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih berpotensi memperkuat konsumsi rumah tangga.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru