⌂ Beranda News Lonjakan Harga Pertamax Bisa Dorong Pengendara Mobil Beralih ke Motor

Lonjakan Harga Pertamax Bisa Dorong Pengendara Mobil Beralih ke Motor

Lonjakan Harga Pertamax Bisa Dorong Pengendara Mobil Beralih ke Motor
Motor Yamaha Nmax melaju di jalan raya
A A Ukuran Teks16px

Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax yang mencapai hampir Rp4.000 per liter dinilai dapat mengubah preferensi transportasi masyarakat.

Penyesuaian harga ini memicu pertanyaan tentang potensi peralihan pengguna mobil pribadi ke sepeda motor.

>>> Prabowo Bahas Perdagangan dengan PM Belanda Rob Jetten

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) belum bisa memastikan tren tersebut akan terjadi dalam waktu dekat.

Namun, produsen otomotif ini telah menyiapkan berbagai lini produk yang cocok bagi pemilik mobil yang mencari alternatif lebih efisien.

Yamaha Siapkan Produk untuk Segmen Pengendara Mobil

Manajer Public Relations, Yamaha Riding Academy & Community PT YIMM, Rifki Maulana, mengatakan bahwa kategori motor yang dimiliki dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Bagi konsumen perempuan, tersedia lini Classy seperti Fazzio dan Grand Filano.

Sementara untuk konsumen pria, lini motor Maxi seperti Xmax, Nmax, dan Aerox menjadi opsi yang tepat.

"Mungkin contohnya, pemilik mobil (yang pindah ke motor), untuk istri (atau kaum perempuan) bisa pilih yang Classy.

>>> Pramono Anung Godok Penyesuaian Tarif Bus Transjabodetabek

Tapi untuk suami (atau kaum laki-laki) bisa pilih model Maxi," ujar Rifki di Jakarta, Rabu (11/6/2026).

Kebijakan penyesuaian harga ini diterapkan PT Pertamina Patra Niaga sejak 10 Juni. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

Varian Pertamax Green (RON 95) juga naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV, mengatakan penyesuaian harga dilakukan setelah evaluasi sesuai formula yang ditetapkan pemerintah.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," jelas Roberth.

>>> Yamaha Hadirkan MX King 150 Livery Balap dan Promo Spesial di Jakarta Fair 2026

Ia menambahkan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi diputuskan setelah berkoordinasi dengan pemerintah dan mempertimbangkan harga minyak dunia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru