⌂ Beranda News IHSG Tembus 6.000, Rupiah Menguat Didorong Saham BUMN

IHSG Tembus 6.000, Rupiah Menguat Didorong Saham BUMN

IHSG Tembus 6.000, Rupiah Menguat Didorong Saham BUMN
Danantara Indonesia bantah kenaikan harga Pertamax akibat keuangan Pertamina
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus kembali level psikologis 6.000 pada perdagangan Jumat (12/6/2026).

Bersamaan dengan itu, nilai tukar rupiah juga terpantau menguat ke kisaran Rp17.900 per dollar AS.

>>> Dapur Female Lampung Berdayakan Perempuan Ultra Mikro Lewat Kuliner

Penguatan pasar modal ini didorong oleh akumulasi pembelian besar terhadap portofolio perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menilai penguatan ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.

Sektor pertambangan menunjukkan lonjakan signifikan hingga 7 persen, diikuti oleh penguatan saham perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Telkom Indonesia.

Aktivitas pasar bergerak positif sejak awal sesi perdagangan berkat transaksi intensif dari investor domestik maupun asing.

Dony Oskaria mengapresiasi respons positif para pelaku pasar.

"Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita," ujarnya.

Kondisi pasar yang bergerak di zona hijau dinilai sebagai sinyal penyehatan fundamental bisnis BUMN pascatransformasi berkelanjutan.

Struktur keuangan yang stabil diperkirakan membawa dampak positif langsung pada sektor riil masyarakat.

"Melihat pergerakan IHSG yang melesat hijau menembus 6.000 dan nilai tukar rupiah yang kembali menguat hari ini, kita patut bersyukur dan bangga.

>>> MRT Jakarta Majukan Jadwal Operasional untuk Jakarta International Marathon 2026

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar," kata Dony Oskaria.

Transformasi internal perusahaan pelat merah diklaim mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok berkat terkendalinya biaya logistik.

Masuknya aliran investasi baru diharapkan dapat memperluas penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.

"Bagi masyarakat luas, stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok terkendali, dan aliran investasi akan bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru yang lebih luas.

Hilangkan keraguan, mari bersama-sama kita jaga optimisme," tutur Dony Oskaria.

Penguatan instrumen keuangan dalam negeri ini juga dipengaruhi oleh kebijakan pengetatan moneter dari otoritas keuangan.

Bank Indonesia (BI) sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen pada 9 Juni 2026 demi meredam gejolak pasar global.

"Momentum positif ini menandakan bahwa kebijakan yang sedang dijalankan berada di jalur yang tepat. Iklim investasi yang stabil adalah kunci menarik kemitraan strategis bernilai tinggi," ucap Dony Oskaria.

>>> Potensi Duel Amerika Serikat vs Iran di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Langkah taktis ke depan akan difokuskan pada pengelolaan portofolio negara agar tetap adaptif menghadapi dinamika eksternal. BP BUMN bersama Danantara berkomitmen mengoptimalkan nilai tambah bagi pemegang saham.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru