Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat sinergi perlindungan ketenagakerjaan serta akses pendidikan bagi anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
Penguatan ini dilakukan melalui rapat koordinasi daring yang diselenggarakan di KBRI Kuala Lumpur.
>>> Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman Akibat Massa Bertahan di Tosari
Sinergi lintas kementerian ini merupakan langkah nyata kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan para pekerja migran dan menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa di luar negeri.
Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato Iman Hascarya Kusumo, menekankan pentingnya percepatan kesepakatan formal dan legalitas fasilitas pendidikan bagi anak-anak pekerja migran di luar kawasan perkebunan.
Indonesia berharap dapat mempercepat finalisasi Nota Kesepahaman (MoU) mengenai perekrutan dan penempatan pekerja formal Indonesia di Malaysia untuk menjamin kepastian hukum yang lebih baik.
Pemerintah Indonesia juga mendorong adanya pengakuan hukum bagi pusat kegiatan belajar masyarakat (Community Learning Center/CLC) yang didirikan untuk memfasilitasi anak-anak PMI.
Raden mendorong Pemerintah Malaysia untuk memberikan pengakuan hukum terhadap CLC yang berada di luar kawasan perkebunan, guna memastikan hak dan akses pendidikan bagi anak-anak PMI terpenuhi secara layak.
Menteri P2MI, Mukhtarudin, mengingatkan bahwa tata kelola perlindungan pekerja yang ideal harus melibatkan kerja sama terintegrasi dari tingkat pusat, daerah, hingga pemerintahan desa.
>>> Ana/Trias Melaju ke Semifinal Australian Open 2026
Ia menekankan bahwa banyak pemangku kepentingan yang terlibat dalam aturan turunan undang-undang, sehingga sinergi menjadi dasar untuk mengimplementasikan amanat perlindungan pekerja migran secara nyata.
Sekretaris Jenderal Dikdasmen, Suharti, menyoroti pentingnya memberikan hak pendidikan yang layak bagi puluhan ribu anak pekerja migran di Malaysia, termasuk bagi mereka yang berstatus tidak memiliki dokumen resmi.
Suharti menegaskan bahwa anak-anak ini, meskipun lahir dan tumbuh di Malaysia, tetaplah anak-anak Indonesia yang masa depannya tidak boleh diabaikan.
Penyediaan layanan pendidikan luar negeri ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan sumber daya manusia melalui program Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Suharti menjelaskan bahwa kata 'semua' memiliki makna mendalam, artinya semua anak Indonesia di mana pun mereka berada, tanpa terkecuali, harus mendapatkan layanan pendidikan yang baik hingga jenjang menengah.
>>> Danantara Indonesia Raih Rp27 Triliun dari Obligasi Global Perdana
Rapat koordinasi ini juga menjadi wadah konsolidasi dalam mempersiapkan agenda Konsultasi Tahunan ke-14 Malaysia-Indonesia yang akan mempertemukan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim di Penang pada Agustus 2026.