⌂ Beranda News Danantara Indonesia Raih Rp27 Triliun dari Obligasi Global Perdana

Danantara Indonesia Raih Rp27 Triliun dari Obligasi Global Perdana

Danantara Indonesia Raih Rp27 Triliun dari Obligasi Global Perdana
Ilustrasi penerbitan obligasi global oleh perusahaan Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Danantara Indonesia berhasil menghimpun dana sebesar 1,5 miliar dollar AS atau setara Rp27 triliun melalui penerbitan obligasi internasional perdana.

Dana ini dihimpun melalui Danantara Investment Management (DIM) pada Jumat (12/6/2026).

>>> Kejagung Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi BGN

Langkah strategis ini mendapat sambutan positif dari investor institusi global, bahkan nilai pemesanan akhir melonjak hingga sekitar 4,6 miliar dollar AS.

Angka ini melebihi tiga kali lipat dari jumlah penerbitan awal.

Manajemen menjelaskan bahwa ketertarikan investor didominasi oleh lembaga investasi terkemuka dari berbagai wilayah, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Danantara Indonesia dipandang memiliki fundamental, tata kelola, dan prospek jangka panjang yang kuat, sehingga tetap menjadi tujuan investasi bagi investor global bereputasi tinggi," demikian keterangan resmi Danantara.

Dengan respons positif di pasar internasional ini, manajemen berharap sentimen tersebut dapat mempertebal keyakinan pelaku pasar domestik terhadap eksistensi lembaga.

>>> Staf Kedubes AS Jelaskan Manfaat Pendidikan Luar Negeri untuk Karier dan Karakter

Obligasi global perdana ini ditawarkan dalam dua seri, yaitu tenor 5 tahun dan 10 tahun.

Seri tenor 5 tahun bernilai 750 juta dollar AS dengan imbal hasil sebesar 5,35 persen.

Untuk tenor 5 tahun, investor terbesar berasal dari kawasan EMEA sebesar 41 persen, disusul Amerika Serikat 38 persen, dan Asia 21 persen.

Sementara itu, sisa nilai obligasi sebesar 750 juta dollar AS dialokasikan untuk tenor 10 tahun dengan imbal hasil 5,95 persen.

>>> MPR Evaluasi Kebijakan Desentralisasi dan Otonomi Daerah

Investor asal Amerika Serikat mendominasi portofolio tenor 10 tahun dengan porsi mencapai 52 persen, diikuti EMEA 31 persen, dan Asia 17 persen.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru