⌂ Beranda News Alvin Lie: Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dorong Ekonomi

Alvin Lie: Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dorong Ekonomi

Alvin Lie: Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dorong Ekonomi
BookCabin Travel Fair 2026 menawarkan promo tiket penerbangan dan cashback
A A Ukuran Teks16px

Rencana penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tiket pesawat domestik dinilai berpotensi menjadi katalis positif bagi konektivitas antardaerah.

Pengamat penerbangan nasional Alvin Lie menyampaikan pandangan tersebut di Jakarta pada Sabtu (13/6/2026).

>>> Marc Cucurella Tegaskan Bahagia di London, Bantah Rumor Transfer

"Kebijakan ini berpotensi membuat harga tiket lebih terjangkau, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan mobilitas masyarakat," ujar Alvin Lie yang juga Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (Apjapi).

Indonesia memerlukan keterjangkauan harga tiket pesawat demi kelancaran pergerakan orang dan ekspansi bisnis karena karakteristik geografisnya sebagai negara kepulauan.

Penurunan beban biaya transportasi udara diperkirakan mampu mendongkrak minat bepergian masyarakat secara signifikan.

"Bertambahnya jumlah perjalanan domestik diyakini akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi industri penerbangan, tetapi juga sektor-sektor terkait seperti pariwisata, perhotelan, kuliner, logistik, dan UMKM," tambah Alvin Lie.

Pemberlakuan pajak pada rute dalam negeri dianggap memperlihatkan ketimpangan aturan yang nyata.

Kondisi ini terlihat dari perbedaan perlakuan operasional antara penerbangan domestik dan rute penerbangan ke luar negeri.

"Harga tiket domestik dikenakan PPN ini anomali karena keluar negeri tidak dipungut PPN, kenapa di dalam negeri dipungut PPN?"

tanya Alvin Lie.

Sorotan juga diarahkan pada fasilitas bebas pajak yang dinikmati oleh berbagai moda angkutan massal darat maupun laut.

>>> Folarin Balogun Cetak Dua Gol, AS Bantai Paraguay 4-1 di Piala Dunia 2026

Layanan kereta api ataupun bus dengan fasilitas premium tetap dibebaskan dari pungutan pajak tersebut.

"Transportasi publik lainnya tidak dipungut PPN.

Bahkan kereta yang paling mewah, bus yang paling mewah pun yang harga tiketnya mendekati harga tiket pesawat kelas ekonomi LCC itu juga tidak dipungut PPN.

Jadi kenapa tiket pesawat dipungut PPN?" tanya Alvin Lie.

Evaluasi kebijakan fiskal ini krusial untuk menciptakan kesetaraan perlakuan antar-moda transportasi umum.

Penurunan harga tiket berpeluang menaikkan keterisian kursi pesawat, memperkuat finansial maskapai, serta membuka berbagai rute penerbangan baru.

"Yang dibutuhkan di sini adalah niat politik dari pemerintah, apakah mau mendorong agar industri transportasi Indonesia ini jadi lebih efisien, lebih terjangkau dan tentunya nanti lebih berkembang," ujar Alvin Lie.

Peningkatan arus pergerakan masyarakat diperkirakan membawa multiplier effect yang luas terhadap perdagangan, investasi, hingga pemerataan pembangunan di daerah.

Langkah strategis ini diharapkan mampu memulihkan daya saing sektor industri penerbangan nasional.

>>> BYD Indonesia Luncurkan PHEV M6 DM, Harga Mulai Rp298 Juta

"Selain itu, pembebasan PPN tiket pesawat juga dapat meningkatkan daya saing industri penerbangan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan," tegas Alvin Lie.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru