Setiap empat tahun, Piala Dunia menjadi ajang olahraga terbesar yang mempertemukan budaya, ekonomi, politik, dan identitas nasional.
Namun, pertanyaan yang selalu muncul: mengapa beberapa negara tampak memiliki jalur lebih jelas menuju gelar juara?
>>> Australia vs Thailand Perebutkan Trofi Piala AFF U19 2026 di Deli Serdang
Piala Dunia 2026, yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menjadi edisi pertama dengan 48 tim.
Luasnya wilayah geografis, perbedaan iklim, dan tekanan kompetisi membuat tantangan semakin kompleks.
Mitos Tuan Rumah Bukan Jaminan
Menjadi tuan rumah sering dianggap memberikan keuntungan besar.
Sejarah mencatat Uruguay (1930), Italia (1934), Inggris (1966), Jerman Barat (1974), Argentina (1978), dan Prancis (1998) berhasil juara di kandang sendiri.
Namun, Brasil mengalami kekalahan memalukan di kandang pada 1950 dan 2014. Qatar, tuan rumah 2022, tersingkir di fase grup tanpa satu poin pun meski investasi besar.
Argentina justru juara sebagai tim tamu berkat kualitas permainan, organisasi, dan mentalitas. Keuntungan kandang hanya efektif jika didukung tim yang kompetitif.
Paradoks Pemain Bintang dan Liga Elite
Negara dengan banyak pemain di klub elite Eropa tidak otomatis sukses. Inggris sering gagal memenuhi ekspektasi meski memiliki pemain kelas dunia.
Argentina, Brasil, dan Maroko (2022) sukses karena identitas bermain yang jelas, solidaritas tim, dan tujuan bersama, bukan semata karier pemain di Eropa.
Kualitas liga domestik juga tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan tim nasional.
Premier League belum mengantarkan Inggris juara, sementara Italia menjuarai Piala Dunia 2006 saat Serie A dilanda skandal.
>>> Alvaro Morata Akui Tak Pantas Masuk Skuad Spanyol di Piala Dunia 2026
Empat Pilar Formula Kesuksesan
Analisis The Economist mengidentifikasi empat pilar utama kesuksesan di Piala Dunia.
Pertama, pembinaan dan jaringan global. Fondasi tim juara adalah sistem pembinaan berkelanjutan yang menggabungkan kreativitas akar rumput dengan pendidikan akademi profesional.
Keterhubungan dengan jaringan sepak bola global juga penting.