Pasar MPV ramah lingkungan di Indonesia kedatangan pesaing baru. BYD M6 DM resmi meluncur dan langsung berhadapan dengan Toyota Veloz Hybrid.
Kedua mobil ini menawarkan efisiensi tinggi namun mengusung sistem penggerak yang berbeda.
>>> John Field Bongkar Suap Rp 91 Miliar ke Pejabat Bea Cukai di Sidang
BYD menggunakan teknologi plug-in hybrid (PHEV) yang baterainya bisa diisi ulang melalui colokan listrik maupun bahan bakar.
Sementara Toyota Veloz Hybrid mengandalkan sistem hibrida konvensional tanpa soket pengisi daya eksternal.
Baterai Veloz Hybrid diisi secara otomatis dari kinerja mesin dan sistem regenerative braking. Dari segi harga, varian terendah kedua model hanya terpaut Rp 5 juta.
Varian paling terjangkau BYD M6 DM dibanderol Rp 298 juta. Toyota Veloz Hybrid dijual dengan harga Rp 303 juta.
Perbandingan Dimensi dan Performa
Toyota Veloz Hybrid memiliki panjang 4.512 mm, lebar 1.780 mm, dan tinggi 1.700 mm. Jarak sumbu rodanya 2.750 mm dengan ground clearance 205 mm.
BYD M6 DM sedikit lebih besar dengan panjang 4.710 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.690 mm, dan jarak sumbu roda 2.800 mm.
>>> Donald Trump Absen pada Laga Pembuka Timnas Amerika Serikat
Namun ground clearance-nya lebih rendah, yaitu 170 mm.
Di sektor mesin, BYD M6 DM menggunakan plug-in hybrid 1.5 L 1.498 cc. Tenaga puncaknya mencapai 120 kW dengan torsi 210 Nm.
Konsumsi BBM diklaim 65 km/liter, dan saat murni listrik bisa menempuh 45 km. Total jarak tempuh saat tangki penuh dan baterai penuh mencapai 1.300 km.
Toyota Veloz Hybrid mengadopsi mesin 2NR-VEX 1.496 cc yang menghasilkan 91 PS pada 5.500 rpm dan torsi 121 Nm.
Motor listriknya memberikan tambahan 80 PS dan torsi 141 Nm. Total tenaga mencapai 111 PS, dengan konsumsi BBM diklaim 28,9 km/liter.
Dari segi fitur, varian terendah kedua MPV ini cukup setara. BYD M6 DM standar sudah dilengkapi Cruise Control dan kamera belakang.
>>> Kylian Mbappe Soroti Kekuatan Senegal Jelang Laga Piala Dunia 2026
Toyota Veloz Hybrid tipe dasar juga memiliki kamera mundur untuk membantu parkir.