⌂ Beranda News Mantan Bankir Sukses Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Keripik Sehat

Mantan Bankir Sukses Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Keripik Sehat

Mantan Bankir Sukses Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Keripik Sehat
Produk keripik sehat Crispy Salad dalam kemasan
A A Ukuran Teks16px

Irvan Tan, seorang mantan bankir, kini sukses menjalankan bisnis camilan sehat Crispy Salad di Sunter, Jakarta Utara. Omzetnya mencapai ratusan juta Rupiah per bulan.

Usaha ini berawal dari keinginan pribadinya untuk hidup lebih sehat. Ia mulai meriset teknologi pengolahan sayur dan buah menjadi keripik yang praktis dan lezat.

>>> Titiek Soeharto Promosikan Produk Konveksi Narapidana Nusakambangan

Produk Crispy Salad terbuat dari berbagai sayuran dan buah, seperti brokoli, okra, ubi, kentang, edamame, jamur, apel, dan stroberi.

Tanpa bahan pengawet, masa simpan awalnya hanya satu hari.

Melalui riset kemasan dan pengolahan, Irvan berhasil memperpanjang daya tahan produk hingga dua tahun. Inovasi ini membuka akses ke ritel modern dan meningkatkan omzet.

in2

Pada akhir 2015, omzet masih belasan juta Rupiah per bulan dan tidak konsisten.

Setelah sukses memperpanjang shelf life, omzet naik menjadi sekitar Rp70 juta pada 2016-2017, dan kini mencapai Rp200 juta per bulan.

>>> Transmart Full Day Sale 21 Juni 2026: Diskon Mesin Cuci Sharp hingga Rp 2 Juta

Irvan menguji pasar dengan mengikuti bazar saat masih bekerja sebagai pegawai bank. Melihat permintaan yang baik, ia memutuskan resign dan fokus pada bisnis ini.

Saat ini, Crispy Salad memiliki sekitar 50-60 reseller di seluruh Indonesia, sebagian besar toko perlengkapan bayi. Penjualan juga dilakukan melalui supermarket dan lokapasar.

Untuk memperluas pasar internasional, Irvan bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2024.

Melalui program ini, ia mendapat pelatihan manajemen dan kesempatan pameran di Malaysia, Arab Saudi, Turki, dan Korea Selatan.

Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, mengatakan pihaknya mendorong digitalisasi dan membantu UMKM potensial menembus pasar ekspor.

>>> Tatanan Dunia Pasca Perang Dunia II Mendekati Akhir Usia

Fasilitas yang diberikan meliputi pelatihan kewirausahaan, pendampingan digital, akses permodalan, dan perluasan jaringan pasar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru