⌂ Beranda News Studi Ungkap Alasan Musik Mampu Menggugah Emosi Kuat Manusia

Studi Ungkap Alasan Musik Mampu Menggugah Emosi Kuat Manusia

Studi Ungkap Alasan Musik Mampu Menggugah Emosi Kuat Manusia
Ilustrasi musik dan emosi manusia
A A Ukuran Teks16px

Alunan musik memiliki kemampuan unik untuk memengaruhi kondisi emosional manusia secara mendalam. Tanpa lirik, sebuah simfoni tetap dapat membangkitkan perasaan bahagia, sedih, tenang, hingga nostalgia.

Hubungan erat antara musik dan emosi ini bukanlah kebetulan. Otak manusia secara alami memproses unsur melodi, ritme, tempo, serta harmoni, lalu mengaitkannya dengan pengalaman emosional tertentu.

>>> Bocah Korban Perundungan di Taman Kramat Mulai Membaik Pascakoma

"Musik memiliki kemampuan luar biasa untuk membangkitkan emosi yang kuat," tulis profesor Shahram Heshmat, Ph. D.

, dikutip dari Psychology Today pada Sabtu (13/6/2026).

Saat mendengarkan musik, otak tidak sekadar memproses suara. Organ tersebut juga menafsirkan makna emosional di dalamnya, sehingga suasana hati dapat berubah dalam waktu singkat.

Kemampuan musik dalam menggugah perasaan juga dipengaruhi oleh kecenderungan otak yang gemar membuat prediksi. Ketika mendengarkan lagu, otak secara tidak sadar menebak kelanjutan nada atau bagian berikutnya.

Kepuasan dan kenyamanan muncul saat prediksi tersebut berhasil terpenuhi. Sebaliknya, sensasi lebih menarik dan emosional terasa ketika musik memberikan elemen kejutan yang menyenangkan.

Keseimbangan antara pola terprediksi dan unsur kejutan inilah yang menjadi sumber kenikmatan utama bagi pendengar.

Keterkaitan Erat Antara Musik dan Memori

Selain memproses nada, musik sering kali bertindak sebagai pemicu ingatan masa lalu. Sebuah lagu dapat mengingatkan seseorang pada kenangan masa kecil, momen kekeluargaan, hubungan pertemanan, atau kisah romantis.

>>> KPK Soroti Celah Korupsi Pengadaan Barang Jasa di Maluku Utara

Keterkaitan tersebut membuat emosi yang hadir tidak hanya murni berasal dari lagu, melainkan dari memori yang menyertainya.

Efeknya, satu lagu yang sama bisa memicu respons emosional berbeda pada setiap individu.

Sebuah lagu mungkin terasa biasa saja bagi satu orang, namun dapat menimbulkan rasa haru mendalam bagi orang lain karena keterikatan personal.

Respons Fisik dan Perbedaan Selera Individu

Pengaruh musik tidak berhenti pada psikologis, tetapi juga memicu reaksi tubuh secara nyata.

Respons fisik seperti bulu kuduk berdiri, merinding, atau detak jantung berdebar kencang dapat terjadi pada bagian lagu tertentu.

Hal ini terjadi karena koordinasi antara otak dan tubuh dalam merespons rangsangan emosional musik. Tempo cepat biasanya memicu energi, sedangkan tempo lambat membantu tubuh lebih rileks dan reflektif.

>>> Qatar Siap Hadapi Swiss di Laga Kedua Grup B Piala Dunia 2026

Perbedaan selera musik antarindividu dipengaruhi oleh latar belakang budaya, pengalaman hidup, kepribadian, serta memori pribadi yang membentuk cara seseorang memaknai sebuah karya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru