⌂ Beranda News Pindai Laser Ungkap Peradaban Kuno Misterius di Amazon

Pindai Laser Ungkap Peradaban Kuno Misterius di Amazon

Pindai Laser Ungkap Peradaban Kuno Misterius di Amazon
Ilustrasi: Pindai Laser Ungkap Peradaban Kuno Misterius di Amazon
A A Ukuran Teks16px

Arkeolog berhasil mengungkap jejak peradaban kuno misterius di Amazon menggunakan teknologi pemindaian laser. Mereka menemukan ratusan struktur tanah kuno yang dibangun lebih dari dua milenium silam.

Peradaban yang disebut Aquiry ini muncul sekitar 2.500 tahun lalu di Brasil. Peneliti memperkirakan populasinya bisa mencapai 3 juta jiwa sebelum akhirnya runtuh.

>>> Mahasiswa Bisa Ikut Trail Run 4 Gunung Ini, Cukup Modal Kartu Pelajar

Martti Parssinen, arkeolog Universitas Helsinki, menjelaskan bahwa berbagai budaya dalam peradaban Aquiry berbagi pandangan dunia yang sama.

Mereka membangun pusat upacara berbentuk geometris monumental dengan parit dalam dan tanggul luar tinggi, yang dikenal sebagai geoglif Amazon.

Temuan Studi di Jurnal Nature

Studi yang diterbitkan di jurnal Nature memaparkan survei area hutan Amazon seluas hampir 4.500 kilometer persegi.

Survei tersebut mengungkap 396 geoglif baru dan membantu memperkirakan rentang geografis peradaban Aquiry.

Parssinen telah meneliti struktur tanah geometris di negara bagian Acre, Brasil, selama lebih dari dua dekade.

Pada studi tahun 2021, ia memperkenalkan nama Aquiry untuk peradaban kuno multikultural ini, diambil dari nama Sungai Acre.

Karena lebatnya pepohonan, penyelidikan di area ini terbatas.

Sebagian besar bukti diperoleh dari lidar dan pemindaian laser terhadap geoglif yang dibangun antara tahun 600 SM hingga 850 M.

Masyarakatnya tinggal di rumah panjang dan membudidayakan jagung serta labu.

Menurut tradisi lisan penduduk asli, pusat-pusat Aquiry dibangun untuk membina hubungan antar komunitas dan dengan makhluk supranatural.

>>> Klasemen Piala AFF 2026: Indonesia Sementara Puncaki Grup A

Parssinen menyampaikan hal ini kepada Live Science pada Jumat (31/7/2026).

Hingga kini, arkeolog telah mengidentifikasi sekitar 1.700 geoglif di area tersebut.

Namun, mereka meyakini jumlah totalnya jauh lebih tinggi, dengan lebih dari 20.000 struktur tanah yang masih menunggu ditemukan di tempat yang belum disurvei.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM