⌂ Beranda News Kenali Gejala Alergi Protein Susu Sapi pada Anak Sejak Dini

Kenali Gejala Alergi Protein Susu Sapi pada Anak Sejak Dini

Kenali Gejala Alergi Protein Susu Sapi pada Anak Sejak Dini
Anak dengan ruam kemerahan akibat alergi protein susu sapi
A A Ukuran Teks16px

Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi, dr. Molly Dumakuri Oktarina, (K), menegaskan bahwa tata laksana alergi susu sapi harus terarah dan berbasis evaluasi medis.

"Setiap anak memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pendekatan penanganannya pun tidak bisa disamaratakan.

ASI merupakan nutrisi terbaik bagi anak, termasuk pada anak dengan alergi protein susu sapi, namun ibu perlu menghindari konsumsi susu sapi dan produk turunannya sebagai bagian dari penanganan," kata dr. Molly.

Bagi anak yang memerlukan asupan pendamping karena adanya indikasi medis, pemilihan produk nutrisi wajib bersandar pada rekomendasi dan pengawasan dokter.

Menurut dr. Molly, anak dengan indikasi gejala ringan sampai sedang dapat diberikan formula terhidrolisa ekstensif (EHF).

Sementara itu, formula asam amino (AAF) ditujukan bagi kasus yang lebih berat atau jika formula EHF tidak memberikan perbaikan.

Sebagai alternatif untuk kategori ringan-sedang, formula Soya dapat dipilih apabila terdapat kendala biaya ataupun keterbatasan ketersediaan formula EHF di pasaran.

"Karena tidak semua formula cocok untuk setiap anak, sehingga seluruh proses mulai dari diagnosis serta pemilihan nutrisi perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter anak agar kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang anak tetap terjaga," tutur dr. Molly.

Melalui tata laksana yang tepat dan pemenuhan gizi yang sesuai, anak dengan kondisi ini tetap memiliki peluang besar untuk tumbuh optimal sesuai usianya.

Gerakan SADAR Alergi di World Allergy Week 2026

Menyambut World Allergy Week 2026 yang mengusung tema "Allergy Care is Essential Care", Sarihusada memperkuat gerakan SADAR Alergi (Skrining Awal dan Asupan Rekomendasi Alergi).

Inisiatif ini berfokus pada edukasi, pentingnya konsultasi ke dokter spesialis, serta pemenuhan nutrisi alternatif.

"Di tengah banyaknya informasi yang beredar, masih terdapat tantangan self-diagnosis tanpa konsultasi medis yang tepat, sehingga kolaborasi antara orang tua, tenaga kesehatan, dan edukasi berbasis sains menjadi kunci untuk menjaga kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang anak secara optimal," ujar Healthcare Nutrition Director Sarihusada, Vera Saw.

Pada peringatan yang berlangsung Juni 2026 ini, dilakukan pula kolaborasi bersama Alodokter untuk menyediakan layanan konsultasi gratis dengan dokter spesialis anak.

Langkah ini diharapkan dapat membantu para orang tua memperoleh informasi sahih mengenai penanganan alergi protein susu sapi sejak dini.

>>> Polres Metro Bekasi Kota Tangkap Karyawan yang Curi Motor Majikan

Informasi tambahan mengenai gerakan ini juga disebarluaskan di platform Instagram dan TikTok melalui tagar #SADARAlergi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru