⌂ Beranda News Amerika Serikat Tolak Visa Sebelas Delegasi Timnas Iran

Amerika Serikat Tolak Visa Sebelas Delegasi Timnas Iran

Amerika Serikat Tolak Visa Sebelas Delegasi Timnas Iran
Ilustrasi penolakan visa delegasi Timnas Iran oleh Amerika Serikat
A A Ukuran Teks16px

Sebelas anggota delegasi Timnas Iran dilarang masuk ke Amerika Serikat setelah permohonan visa mereka ditolak menjelang pertandingan Piala Dunia 2026 pada Minggu (14/6/2026).

Hanya empat dari total 15 delegasi yang berhasil memperoleh izin masuk setelah memenangkan proses banding.

>>> KCIC Terapkan Tarif Dinamis Tiket Whoosh Mulai Rp250 Ribu

Kondisi ini membuat 11 anggota delegasi lainnya dipastikan tidak dapat mendampingi tim nasional selama bertanding di Amerika Serikat.

Penolakan tersebut tetap terjadi meskipun otoritas terkait telah memberikan izin masuk bagi para pemain Timnas Iran untuk mengikuti turnamen.

Setelah penolakan pertama, sepuluh anggota delegasi sempat mengajukan kembali permohonan visa saat berada di Meksiko.

Dari upaya tersebut, empat orang yang terdiri dari seorang analis tim serta dua pejabat departemen internasional federasi sepak bola Iran akhirnya mendapat persetujuan, sedangkan enam lainnya kembali ditolak.

Sejumlah nama penting yang gagal memperoleh visa antara lain Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj, seorang wakil presiden federasi, dua administrator tim, seorang petugas media, dan seorang petugas keamanan.

Sementara itu, satu petugas media lainnya memilih tidak mengajukan permohonan ulang.

Dampak Diplomatik dan Kritik FIFA

Masalah diplomatik ini juga sempat berdampak pada pencabutan alokasi tiket bagi pendukung Iran oleh otoritas Amerika Serikat.

Kendati demikian, FIFA menyatakan bahwa pihaknya masih berupaya mencari solusi agar para suporter Iran tetap bisa menghadiri pertandingan grup.

>>> Danley Jean Jacques Cetak Sejarah Bersama Haiti di Piala Dunia 2026

Selain delegasi Iran, wasit asal Somalia bernama Omar Artan juga dilaporkan mendapat penolakan masuk ke Amerika Serikat.

Mantan presiden FIFA, Sepp Blatter, memberikan perhatian khusus terhadap rangkaian permasalahan administratif yang terjadi dalam turnamen ini.

"Negara tuan rumah Piala Dunia FIFA harus menjamin dua prinsip mendasar: keamanan negara - dan masuknya semua tim, ofisial, dan wasit yang memenuhi syarat tanpa batasan," kata Blatter.

Blatter menilai kebijakan ketat dari negara tuan rumah telah mencederai regulasi kompetisi internasional yang sudah disepakati.

Keputusan penolakan terhadap perangkat pertandingan dinilai menjadi preseden buruk bagi penyelenggaraan turnamen sepak bola dunia.

"Kasus wasit Omar Artan dari Somalia bertentangan dengan salah satu kewajiban ini," kata Blatter.

Akibat ketegangan hubungan bilateral ini, Timnas Iran memilih memindahkan markas mereka selama Piala Dunia 2026 ke Meksiko.

>>> Ronny Pangemanan Yakin John Herdman Bisa Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

Timnas Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, melawan Belgia di kota yang sama pada 21 Juni, dan menutup fase grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru