Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai sebagai sinyal positif meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional.
Hal ini disampaikan oleh Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria.
>>> Kenali Ciri Atasan Toksik yang Merusak Mental dan Karier Karyawan
Menurut Dony, kondisi fundamental yang solid menjadi landasan investor dalam melihat potensi jangka panjang di Indonesia.
Ia menekankan bahwa pergerakan pasar pada akhirnya akan kembali pada performa riil negara dan korporasi.
"Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia.
Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan," ujar Dony.
Dony menambahkan bahwa meskipun ada isu dan sentimen yang memengaruhi pasar dalam jangka pendek, investor akan tetap mengacu pada nilai fundamental jangka panjang.
Ia menyebut kondisi keuangan dan operasional perusahaan nasional, khususnya BUMN di sektor perbankan, pertambangan, dan infrastruktur, saat ini sangat baik.
"Teman-teman bisa melihat bahwa fundamental perusahaan kita, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya semuanya bagus," jelas Dony.
Terkait kebijakan pembelian kembali saham (buyback) oleh BUMN, Dony menilai hal tersebut sebagai langkah bisnis yang wajar ketika harga pasar belum mencerminkan nilai perusahaan yang sebenarnya.
>>> Swiss Puncaki Klasemen Grup B Piala Dunia 2026 Berkat Fair Play
"Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil.
Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri," katanya.
Langkah transformasi di tubuh perusahaan pelat merah diyakini akan terus mengoptimalkan nilai aset negara ke depan. "Kalau barang bagus, tentu sayang kalau tidak kita optimalkan," tutup Dony.
Di sisi lain, sektor riil seperti industri perumahan juga berperan vital dalam menopang penguatan makroekonomi.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu menyatakan komitmen perseroan menjaga momentum pertumbuhan dengan menstimulasi permintaan hunian melalui inovasi pembiayaan secara prudent.
"Kita harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market.
Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli rumah," ujar Nixon.
Ekspansi kredit yang sehat dan pengelolaan kualitas aset menjadi fokus BTN dalam menghadapi dinamika ekonomi global. "Kita masih percaya pertumbuhan bisa tetap dijaga.
>>> Brimob Polda Metro Jaya Gagalkan Tawuran Pemuda di Bekasi, Tiga Diamankan
Segala cara kita pikirkan agar masyarakat tetap bisa memiliki rumah," tutup Nixon.