⌂ Beranda News Goresan Kerinduan Masa Kecil di Dinding Parung Panjang

Goresan Kerinduan Masa Kecil di Dinding Parung Panjang

Goresan Kerinduan Masa Kecil di Dinding Parung Panjang
Mural Piala Dunia 2026 karya Rayhan Dwi Fasha di Parung Panjang, Bogor
A A Ukuran Teks16px

Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya terasa di stadion atau layar televisi. Sebuah dinding di sudut Parung Panjang, Kabupaten Bogor, menjadi pusat perhatian di media sosial.

Semangat pesta sepak bola terbesar di dunia hadir dalam bentuk mural raksasa. Karya itu menghiasi dinding rumah terbengkalai.

>>> Korea Utara Tegaskan Status Negara Nuklir Tidak Dapat Diubah

Di balik goresan cat tersebut ada Rayhan Dwi Fasha, seorang muralis dan pegiat graffiti. Ia mengabadikan momen Piala Dunia 2026 melalui seni jalanan.

Nostalgia Masa Kecil

"Baru-baru ini sih kepikiran ide bikin mural Piala Dunia karena kan momen yang ditunggu-tunggu para pencinta bola di seluruh dunia," kata Rayhan.

Namun, mural itu bukan sekadar karya visual. Ada nostalgia yang mengalir di setiap goresan cat semprot.

"Dulu waktu saya kecil hobi banget main bola sampai SMP, pas SMU sudah tidak main bola.

Jadi ini tu kaya keinget masa kecil main bola dan baru ada adzan maghrib baru berhenti," ujarnya.

Sepak bola dan seni mural melekat dalam perjalanan hidupnya. Ketika Piala Dunia datang, keduanya menemukan titik temu.

"Jadi saya menggabungkan hobi masa kecil dan sekarang. Ya sekaligus turut memeriahkan Piala Dunia ini dengan hobi dan skill yang saya miliki," imbuh Rayhan.

Mengangkat Grup A Piala Dunia 2026

Alih-alih memilih satu tim favorit, Rayhan mengangkat seluruh peserta Grup A Piala Dunia 2026.

Keempat negara itu bertanding pada hari pertama penyelenggaraan, Kamis (11/6/2026) atau Jumat (12/6/2026) dini hari WIB.

"Untuk proses dimulai Senin (8/6/2026) sore saya mulai bikin sketsa saya rancang dengan konsep satu grup yang jadi pembuka.

Ada Meksiko, Ceko, Afrika Selatan dan Korea Selatan," ujar Rayhan.

Proyek pengerjaan tembok pembuka turnamen ini memadukan para pemain bintang.

"Saya jadikan satu, challenge juga empat negara dengan pemain ikonik Santiago Gimenez, Son Heung-min, Tomas Soucek, Lyle Foster dan ternyata bisa," sambungnya.

Karya itu menjadi simbol bagaimana sepak bola mampu menyatukan berbagai bangsa. Membuat mural berukuran besar bukan pekerjaan mudah, apalagi dilakukan seorang diri.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru