Gelaran BBQ Ride di Bandung kembali menyuguhkan pemandangan yang memikat perhatian para pencinta otomotif.
Jajaran motor sport mini dengan kapasitas mesin kecil dibanderol dengan harga fantastis pada ajang tersebut.
>>> Ana/Trias Runner-Up Australian Open 2026 Usai Kalah dari China
Persepsi bahwa motor bermesin 50 cc hingga 80 cc dipandang sebelah mata karena performa terbatas kini dipatahkan sepenuhnya.
Deretan motor sport mini legendaris bermesin dua tak ini justru menjadi primadona kolektor dengan nilai jual tembus ratusan juta Rupiah.
Deretan Motor Sport Mini di BBQ Ride Bandung
Salah satu unit yang menjadi pusat perhatian di area booth adalah Honda NSR 80 Repsol Edition lansiran 1999.
Secara dimensi, motor ini tampak mungil, namun statusnya sebagai barang koleksi langka membuat harganya melonjak drastis.
Awalnya, motor ini dibuka dengan harga Rp 250 juta, namun di ajang BBQ Ride, harganya terkoreksi menjadi Rp 230 juta.
Nominal tersebut tentu tetap membuat siapapun yang melihatnya merasa takjub.
Tak berhenti di situ, masih ada Yamaha TZM50R yang hadir dalam dua unit.
Untuk unit dengan spesifikasi Japan Domestic Market (JDM), harganya dipatok Rp 110 juta setelah diskon dari angka awal Rp 120 juta, sedangkan unit lainnya dijual di angka Rp 95 juta.
Beralih ke model lainnya, terdapat Yamaha YSR 50 tahun 1986.
>>> Goresan Kerinduan Masa Kecil di Dinding Parung Panjang
Motor ini disebut sebagai salah satu unit yang dijual dengan harga ramah kantong untuk ukuran kolektor, namun angka Rp 60 juta tetap harus ditebus untuk membawanya pulang.
Tak ketinggalan, Suzuki GAG50 lansiran 1986 juga ikut mejeng dengan banderol harga Rp 65 juta.
Faktor Pemicu Nilai Investasi Tinggi
Fenomena harga selangit untuk motor berkapasitas mesin kecil ini terjadi karena kelangkaan unit dan nilai historis yang melekat pada masing-masing kendaraan.
Kebanyakan dari motor yang dijual adalah barang-barang yang tidak masuk secara resmi ke Indonesia pada zamannya.
Beberapa unit juga diproduksi dalam jumlah terbatas untuk pasar Jepang. Status kendaraan kini telah bergeser dari sekadar alat transportasi menjadi barang investasi atau lifestyle item.
Bagi para kolektor, mesin 2-tak berkapasitas 50 cc hingga 80 cc ini menyimpan memori masa kecil yang tidak bisa dinilai dengan uang.
Selain itu, biaya restorasi untuk mengembalikan performa dan tampilan motor agar tetap original juga tergolong tidak murah.
Ketersediaan suku cadang orisinal yang semakin sulit dicari membuat pemilik harus merogoh kocek dalam.
>>> Korea Utara Tegaskan Status Negara Nuklir Tidak Dapat Diubah
Hal ini pada akhirnya berkontribusi langsung pada tinggi rendahnya harga jual di pasaran kolektor saat ini.