Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) menyelenggarakan tradisi Grebeg Suro IKG 2026 di Mall Ciputra Citra Raya, Tangerang, pada Minggu, 14 Juni 2026.
Acara ini bertujuan melestarikan kebudayaan Jawa dan mempererat tali persaudaraan warga perantauan Jabodetabek.
>>> Polisi Sita 110 Botol Miras Berkedok Toko Sembako di Dramaga
Perayaan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah ini dihadiri oleh pengurus IKG, warga perantauan, serta pejabat daerah seperti Gubernur Banten dan Bupati Gunungkidul.
Agenda tahunan ini terbagi dalam dua sesi, pagi dan malam. Sesi pagi menampilkan Pameran Pusaka, pertunjukan Jaranan Kreasi, dan hiburan campursari dari Paguyuban Seni (PS) IKG.
Memasuki malam, rangkaian acara dilanjutkan dengan Arak-Arakan Gunungan Polowijo yang dimeriahkan obor, cucuk lampah, pembawa dupa, punakawan, dan hasil bumi.
Prosesi ini merupakan simbol rasa syukur dan keharmonisan dengan alam.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, penyerahan perangkat seni wayang, doa bersama, dan pementasan wayang kulit semalam suntuk.
Dalang Ki M. Yusuf Anshor K.
membawakan lakon Gondomono Sayembara.
>>> Thomas Mueller Jagokan Kai Havertz Sebagai Striker Utama Timnas Jerman
Menurut pengurus IKG, Grebeg Suro memiliki esensi spiritual mendalam, mengintegrasikan nilai religius dengan kearifan lokal.
Tradisi ini menjadi wujud syukur dan momentum refleksi diri untuk perbaikan di tahun baru.
Penyelenggaraan acara ini juga diharapkan berdampak positif pada penguatan gotong royong, promosi daerah, sektor pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ketua Umum IKG, Ipda Purn. Saimo, berharap Grebeg Suro 2026 memperkuat kebersamaan dalam merealisasikan visi organisasi.
IKG kini telah berkembang menjadi organisasi besar dengan sekitar 1.600 organ organisasi.
Humas IKG, Tarsih Ekaputra, menambahkan bahwa IKG diharapkan terus menjadi wadah pemersatu warga Gunungkidul di perantauan.
>>> Persija Susun Agenda Pramusim Bersama Shin Tae-yong untuk Super League 2026/2027
Organisasi ini menegaskan komitmennya menjaga eksistensi budaya Jawa dan berkontribusi bagi pembangunan daerah serta pelestarian budaya nasional.